Menu

Mode Gelap
Defence Attache Tour 2026 Singgah di Batam, Kenalkan Potensi Industri Maritim dan Investasi Batam Raih WTP ke-14 Beruntun, Li Claudia: Kepercayaan Ini Harus Dijaga Batam Melesat! Investasi Tumbuh Pesat, Pemko Siapkan Teknologi Pengolah Sampah Jadi Energi Sekda Batam Sambut Kepulangan 442 Jemaah Haji: Semoga Menjadi Haji Mabrur Peringati Hari Lahir Pancasila, Pemko Batam Teguhkan Komitmen Jaga Kerukunan dan Persatuan residen Prabowo Serahkan Hewan Kurban untuk Warga Batam, Pemko Ajak Perkuat Solidaritas

Daerah

Penolakan Terhadap Klaim Panglima Hulubalang LAM Kepri, Anak Melayu Angkat Suara

badge-check


					Seorang pria berbusana adat Melayu lengkap dengan tanjak, selempang kuning, dan pakaian tradisional bermotif songket berdiri di pelaminan bernuansa merah dan kuning. Pada sisi kanan terdapat ucapan Selamat Hari Guru Nasional 25 November 2025 dengan ilustrasi sosok guru berhijab. Di bagian bawah tertulis gelar adat serta penyebutan jabatan tokoh sebagaimana dipublikasikan dalam desain grafis tersebut, Jum'at (28/11). Perbesar

Seorang pria berbusana adat Melayu lengkap dengan tanjak, selempang kuning, dan pakaian tradisional bermotif songket berdiri di pelaminan bernuansa merah dan kuning. Pada sisi kanan terdapat ucapan Selamat Hari Guru Nasional 25 November 2025 dengan ilustrasi sosok guru berhijab. Di bagian bawah tertulis gelar adat serta penyebutan jabatan tokoh sebagaimana dipublikasikan dalam desain grafis tersebut, Jum'at (28/11).

Tanjungpinang — Sejumlah pihak yang menamakan diri Budak-Budak Melayu menyampaikan penolakan atas munculnya pencantuman nama Dato Endy Maulidi sebagai Panglima Hulubalang LAM Kepri dalam berbagai publikasi maupun penyebutan resmi. Mereka menegaskan bahwa klaim tersebut dinilai tidak sah dan tidak melalui mekanisme adat yang semestinya, Jum’at (28/11/2025).

Dalam pernyataan sikap yang disampaikan, disebutkan bahwa pengakuan terhadap sosok yang bersangkutan tidak dilandasi prosedur adat, tidak melalui musyawarah resmi, serta tidak berlandaskan Peraturan Organisasi (PO), AD/ART, maupun ketentuan kelembagaan Hulubalang. Kondisi ini dinilai berseberangan dengan tata tertib pembentukan struktur adat Melayu di Kepri.

Kelompok ini menilai klaim sepihak tanpa dasar adat dapat mencederai marwah LAM Kepri dan menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat. Mereka menegaskan bahwa struktur dan jabatan adat harus lahir dari proses yang benar, sah, serta mendapat restu masyarakat adat.

Melalui pernyataan resminya, mereka menegaskan empat poin sikap:

1. Menolak seluruh bentuk publikasi yang menyebut atau menetapkan Dato Endy Maulidi sebagai Panglima Hulubalang LAM Kepri.

2. Memastikan jabatan adat harus melalui musyawarah dan legitimasi kelembagaan, bukan klaim sepihak.

3. Mengimbau semua pihak tidak mempermainkan struktur adat, karena menyangkut harga diri dan kehormatan Melayu.

 

4. Menyatakan bahwa setiap narasi yang memaksakan pengakuan palsu dianggap sebagai bentuk penantangan terhadap martabat anak Melayu.

Pernyataan tersebut ditutup dengan penegasan bahwa sikap ini bukan didorong kepentingan pribadi, melainkan untuk menjaga marwah, tertib adat, dan kebenaran sejarah. Mereka menekankan, bila marwah itu disenggol, anak Melayu akan bangkit untuk bersuara. (Reza)

Baca Lainnya

Aneng Lepas Semangat Kontingen Jamnas 2026, Siapkan Pramuka Anambas Tampil Maksimal

13 Juni 2026 - 17:37

Kwarcab Anambas Dorong Literasi Digital Peserta Jamnas 2026

13 Juni 2026 - 17:34

Bupati Aneng dan Wabup Bayu Panen Raya Padi di Pesisir Timur, Tegaskan Komitmen Ketahanan Pangan

13 Juni 2026 - 17:30

Bupati Buka Rakercab KONI Anambas 2026, Tekankan Sportivitas Jadi Identitas Atlet

13 Juni 2026 - 17:28

Bupati Anambas Serap Aspirasi Warga saat Silaturahmi dengan Tokoh Masyarakat dan Agama di Letung

12 Juni 2026 - 21:16

Trending di Daerah