Menu

Mode Gelap
Defence Attache Tour 2026 Singgah di Batam, Kenalkan Potensi Industri Maritim dan Investasi Batam Raih WTP ke-14 Beruntun, Li Claudia: Kepercayaan Ini Harus Dijaga Batam Melesat! Investasi Tumbuh Pesat, Pemko Siapkan Teknologi Pengolah Sampah Jadi Energi Sekda Batam Sambut Kepulangan 442 Jemaah Haji: Semoga Menjadi Haji Mabrur Peringati Hari Lahir Pancasila, Pemko Batam Teguhkan Komitmen Jaga Kerukunan dan Persatuan residen Prabowo Serahkan Hewan Kurban untuk Warga Batam, Pemko Ajak Perkuat Solidaritas

Daerah

Silaturahmi Organisasi Melayu Kepri Gelar “Jum’at Bertanjak” di Pulau Penyengat

badge-check


					Usai menggelar kegiatan silaturahmi bertajuk “Jum’at Bertanjak”, Sejumlah organisasi Melayu Kepulauan Riau Berfoto Bersama, Sabtu (29/11). Perbesar

Usai menggelar kegiatan silaturahmi bertajuk “Jum’at Bertanjak”, Sejumlah organisasi Melayu Kepulauan Riau Berfoto Bersama, Sabtu (29/11).

Tanjungpinang — Sejumlah organisasi Melayu Kepulauan Riau menggelar kegiatan silaturahmi bertajuk “Jum’at Bertanjak” di Pulau Penyengat, salah satu pusat sejarah dan peradaban Melayu di Indonesia. Acara ini dihadiri para ketua organisasi, sesepuh, pemuda, hingga masyarakat Melayu yang tampil dengan busana tradisional lengkap dengan tanjak sebagai simbol marwah dan jati diri kemelayuan, Sabtu(29/11/2025).

Beberapa organisasi turut berpartisipasi, di antaranya GERAM Kepri, Hulu Balang GERAM Kepri, Tembuni Melayu, ALAMAK, Kodam Kepri, AAMUK, GAM NR, PPPP, serta Saudagar Tanjak.

Usai berkumpul, rombongan melanjutkan rangkaian acara menuju makam Pahlawan Nasional Raja Haji Fisabilillah, pejuang yang gugur pada tahun 1784 dalam perlawanan terhadap penjajahan. Kegiatan ini menjadi bentuk penghormatan sekaligus pengingat akan nilai keberanian dan marwah perjuangan leluhur Melayu.

Ketua penyelenggara, Aryandi, S.E, yang juga Ketua GERAM Kepri, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga gerakan kebudayaan untuk menumbuhkan kembali kecintaan terhadap warisan Melayu.

“Melalui Jum’at Bertanjak, kami ingin mengajak seluruh masyarakat Melayu, terutama generasi muda, untuk kembali mengenal, mencintai, dan bangga terhadap identitas budaya kita. Tanjak bukan sekadar penutup kepala, melainkan simbol harga diri, martabat, dan persatuan Melayu,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemilihan Pulau Penyengat sebagai lokasi kegiatan merupakan bentuk penghormatan terhadap peradaban Melayu.

“Pulau Penyengat adalah permata budaya kita. Dengan berkumpul di sini, kita tidak hanya bersilaturahmi, tetapi juga menyambung ingatan kolektif tentang siapa kita dan dari mana kita berasal,” katanya.

Kegiatan “Jum’at Bertanjak” diisi dengan sesi foto bersama, ziarah, pembacaan doa, serta diskusi santai mengenai sejarah Melayu dan relevansinya dalam kehidupan modern. Para peserta berharap kegiatan ini dapat digelar secara rutin dan berkembang menjadi gerakan budaya yang lebih luas di Kepulauan Riau.

Melalui kegiatan ini, semangat persatuan dan kecintaan terhadap budaya Melayu diharapkan terus tumbuh dan diwariskan hingga dikenali di tingkat nasional hingga internasional. (Reza)

Baca Lainnya

Aneng Lepas Semangat Kontingen Jamnas 2026, Siapkan Pramuka Anambas Tampil Maksimal

13 Juni 2026 - 17:37

Kwarcab Anambas Dorong Literasi Digital Peserta Jamnas 2026

13 Juni 2026 - 17:34

Bupati Aneng dan Wabup Bayu Panen Raya Padi di Pesisir Timur, Tegaskan Komitmen Ketahanan Pangan

13 Juni 2026 - 17:30

Bupati Buka Rakercab KONI Anambas 2026, Tekankan Sportivitas Jadi Identitas Atlet

13 Juni 2026 - 17:28

Bupati Anambas Serap Aspirasi Warga saat Silaturahmi dengan Tokoh Masyarakat dan Agama di Letung

12 Juni 2026 - 21:16

Trending di Daerah