Menu ✖

Mode Gelap
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Ribuan Warga Batam Tumpahkan Kegembiraan Jawab Pandangan Fraksi DPRD, Amsakar Tegaskan Perubahan APBD Batam 2026 Fokus pada Pelayanan dan Kesejahteraan P2K IIBN 2026: Mahasiswa Dituntut Tak Hanya Cerdas, tetapi Juga Aktif, Inovatif dan Berkarakter Batam Jadi Lokasi Perdana SiTaskin Pesisir, Pemerintah Perkuat Pengentasan Kemiskinan Nelayan Defence Attache Tour 2026 Singgah di Batam, Kenalkan Potensi Industri Maritim dan Investasi Batam Raih WTP ke-14 Beruntun, Li Claudia: Kepercayaan Ini Harus Dijaga

Daerah

Silaturahmi Organisasi Melayu Kepri Gelar “Jum’at Bertanjak” di Pulau Penyengat

badge-check


					Usai menggelar kegiatan silaturahmi bertajuk “Jum’at Bertanjak”, Sejumlah organisasi Melayu Kepulauan Riau Berfoto Bersama, Sabtu (29/11). Perbesar

Usai menggelar kegiatan silaturahmi bertajuk “Jum’at Bertanjak”, Sejumlah organisasi Melayu Kepulauan Riau Berfoto Bersama, Sabtu (29/11).

Tanjungpinang — Sejumlah organisasi Melayu Kepulauan Riau menggelar kegiatan silaturahmi bertajuk “Jum’at Bertanjak” di Pulau Penyengat, salah satu pusat sejarah dan peradaban Melayu di Indonesia. Acara ini dihadiri para ketua organisasi, sesepuh, pemuda, hingga masyarakat Melayu yang tampil dengan busana tradisional lengkap dengan tanjak sebagai simbol marwah dan jati diri kemelayuan, Sabtu(29/11/2025).

Beberapa organisasi turut berpartisipasi, di antaranya GERAM Kepri, Hulu Balang GERAM Kepri, Tembuni Melayu, ALAMAK, Kodam Kepri, AAMUK, GAM NR, PPPP, serta Saudagar Tanjak.

Usai berkumpul, rombongan melanjutkan rangkaian acara menuju makam Pahlawan Nasional Raja Haji Fisabilillah, pejuang yang gugur pada tahun 1784 dalam perlawanan terhadap penjajahan. Kegiatan ini menjadi bentuk penghormatan sekaligus pengingat akan nilai keberanian dan marwah perjuangan leluhur Melayu.

Ketua penyelenggara, Aryandi, S.E, yang juga Ketua GERAM Kepri, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga gerakan kebudayaan untuk menumbuhkan kembali kecintaan terhadap warisan Melayu.

“Melalui Jum’at Bertanjak, kami ingin mengajak seluruh masyarakat Melayu, terutama generasi muda, untuk kembali mengenal, mencintai, dan bangga terhadap identitas budaya kita. Tanjak bukan sekadar penutup kepala, melainkan simbol harga diri, martabat, dan persatuan Melayu,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemilihan Pulau Penyengat sebagai lokasi kegiatan merupakan bentuk penghormatan terhadap peradaban Melayu.

“Pulau Penyengat adalah permata budaya kita. Dengan berkumpul di sini, kita tidak hanya bersilaturahmi, tetapi juga menyambung ingatan kolektif tentang siapa kita dan dari mana kita berasal,” katanya.

Kegiatan “Jum’at Bertanjak” diisi dengan sesi foto bersama, ziarah, pembacaan doa, serta diskusi santai mengenai sejarah Melayu dan relevansinya dalam kehidupan modern. Para peserta berharap kegiatan ini dapat digelar secara rutin dan berkembang menjadi gerakan budaya yang lebih luas di Kepulauan Riau.

Melalui kegiatan ini, semangat persatuan dan kecintaan terhadap budaya Melayu diharapkan terus tumbuh dan diwariskan hingga dikenali di tingkat nasional hingga internasional. (Reza)

Baca Lainnya

Sekda Anambas Luncurkan Dashboard SILINA MANJA untuk Perkuat Kinerja OPD

23 Oktober 2026 - 21:54

Bupati Anambas Sampaikan Jawaban Pemerintah atas Pandangan Fraksi soal APBD Anambas 2027

22 Oktober 2026 - 19:43

DPRD Anambas Bahas APBD 2027, Fraksi PKAD Soroti Ketergantungan Dana Pusat

22 Oktober 2026 - 17:36

Pemkab dan DPRD Anambas Bahas Rancangan APBD 2027

21 Oktober 2026 - 21:24

Bupati Aneng Tinjau Kedatangan Mesin PLTD, Upayakan Listrik Anambas Lebih Andal

21 Oktober 2026 - 15:34

Trending di Daerah