Menu ✖

Mode Gelap
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Ribuan Warga Batam Tumpahkan Kegembiraan Jawab Pandangan Fraksi DPRD, Amsakar Tegaskan Perubahan APBD Batam 2026 Fokus pada Pelayanan dan Kesejahteraan P2K IIBN 2026: Mahasiswa Dituntut Tak Hanya Cerdas, tetapi Juga Aktif, Inovatif dan Berkarakter Batam Jadi Lokasi Perdana SiTaskin Pesisir, Pemerintah Perkuat Pengentasan Kemiskinan Nelayan Defence Attache Tour 2026 Singgah di Batam, Kenalkan Potensi Industri Maritim dan Investasi Batam Raih WTP ke-14 Beruntun, Li Claudia: Kepercayaan Ini Harus Dijaga

Daerah

Warga Keberatan Penempatan Pohon Punai di Depan Masjid Sultan Riau Penyengat

badge-check


					Salah seorang warga pulau penyengat, Ilyas, Selasa(2/12). Perbesar

Salah seorang warga pulau penyengat, Ilyas, Selasa(2/12).

Tanjungpinang — Warga Pulau Penyengat, Tanjungpinang, menyampaikan keberatan atas penempatan pohon punai di area depan Masjid Sultan Riau Penyengat. Pohon yang saat ini masih berupa batang utama dan belum rimbun itu dinilai mengganggu nilai estetika kawasan bersejarah tersebut.

Salah seorang warga, Ilyas, menilai keberadaan pohon punai dalam kondisi gundul menciptakan kesan visual yang kurang elok, terutama karena posisinya berada tepat di ruang pandang utama menuju masjid.

“Penempatannya tidak seimbang dengan kemegahan dan keanggunan Masjid Sultan Riau. Secara visual, ini mengganggu pemandangan dan tidak selaras dengan karakter kawasan bersejarah,” ujar Ilyas, Selasa (2/12/2025).

Selain kondisi pohon yang dinilai belum layak tampil, penataan lanskap di sekitar area tersebut juga tampak belum selesai. Hal ini memperkuat anggapan warga bahwa penempatan pohon dilakukan tanpa pertimbangan konsep tata ruang serta nilai budaya Melayu yang melekat pada Pulau Penyengat.

Warga berharap setiap pembangunan di kawasan Masjid Sultan Riau Penyengat mengedepankan unsur estetika, identitas budaya, dan nilai historis. Elemen penghijauan semestinya memperindah kawasan, bukan justru mengurangi keindahan ikon peradaban Melayu tersebut.

Ilyas meminta pihak terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penempatan pohon punai tersebut. Ia juga mengusulkan dilakukan penataan ulang, pemindahan, atau penggantian dengan tanaman lain yang lebih sesuai dengan karakter kawasan.

“Elemen lanskap semestinya memperindah, bukan sebaliknya,” tutupnya. (Reza)

Baca Lainnya

Sekda Anambas Luncurkan Dashboard SILINA MANJA untuk Perkuat Kinerja OPD

23 Oktober 2026 - 21:54

Bupati Anambas Sampaikan Jawaban Pemerintah atas Pandangan Fraksi soal APBD Anambas 2027

22 Oktober 2026 - 19:43

DPRD Anambas Bahas APBD 2027, Fraksi PKAD Soroti Ketergantungan Dana Pusat

22 Oktober 2026 - 17:36

Pemkab dan DPRD Anambas Bahas Rancangan APBD 2027

21 Oktober 2026 - 21:24

Bupati Aneng Tinjau Kedatangan Mesin PLTD, Upayakan Listrik Anambas Lebih Andal

21 Oktober 2026 - 15:34

Trending di Daerah