Anambas – Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Kepulauan Anambas, Kustiorini, S.E., M.H secara resmi membuka kegiatan Dialog Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Kabupaten Kepulauan Anambas. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Agung Baitul Ma’mur Kabupaten Kepulauan Anambas, Senin (11/05/2026).
Kegiatan ini mengusung tema “Perempuan Hebat, Bangsa Bermartabat” yang menekankan pentingnya peran perempuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam sambutannya, Kustiorini mengawali dengan ungkapan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan kepada seluruh peserta. Ia juga menyampaikan salam kepada organisasi wanita, panitia FPPI, serta para peserta yang hadir.
Ketua GOW menegaskan bahwa tema yang diangkat memiliki makna mendalam terkait kontribusi perempuan dalam menjaga nilai dan martabat bangsa.
“Tema hari ini mengingatkan kita bahwa kekuatan sebuah bangsa tidak hanya dilihat dari kemajuan fisik dan pembangunan, tetapi juga dari martabat dan kebaikan yang dijaga oleh perempuan-perempuannya,” ujar Kustiorini.
Ia menambahkan, perempuan hebat bukan berarti sosok yang tidak pernah lelah ataupun jatuh, melainkan mereka yang mampu bangkit dan terus memberi manfaat di tengah berbagai peran.
“Perempuan hebat bukanlah perempuan yang tidak pernah lelah atau tidak pernah jatuh, melainkan perempuan yang tetap berdiri, tetap tersenyum, dan terus menebar kebaikan di tengah berbagai perannya sebagai ibu, istri, sahabat, dan anggota masyarakat,” lanjutnya.
Kustiorini juga menekankan kesamaan visi antara GOW dan FPPI sebagai wadah pemberdayaan perempuan di daerah.
“GOW dan FPPI hari ini hadir dengan satu tujuan yang sama: menjadi wadah bagi perempuan Anambas untuk tumbuh, berbagi, dan berkontribusi,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia menggambarkan kebersamaan perempuan Anambas layaknya kain tenun yang indah dan kuat karena dirajut dari keberagaman.
“Masing-masing benang berbeda warna dan corak. Tetapi ketika ditenun bersama dengan hati yang tulus, jadilah kain yang kuat dan indah dipandang,” tambahnya.
Menurutnya, perbedaan latar belakang, usia, maupun pandangan bukanlah penghalang untuk bersatu, melainkan menjadi kekuatan dalam membangun daerah dengan kebersamaan.
Di akhir sambutannya, Kustiorini mengajak seluruh peserta menjadikan dialog sebagai ruang yang aman dan nyaman untuk saling berbagi serta belajar bersama.
“Tidak perlu terburu-buru. Tidak perlu sempurna. Cukup hadir dengan niat baik, dan pulang membawa sedikit kebaikan untuk keluarga kita,” tutupnya. (Azmi/red)













