Menu

Mode Gelap
Defence Attache Tour 2026 Singgah di Batam, Kenalkan Potensi Industri Maritim dan Investasi Batam Raih WTP ke-14 Beruntun, Li Claudia: Kepercayaan Ini Harus Dijaga Batam Melesat! Investasi Tumbuh Pesat, Pemko Siapkan Teknologi Pengolah Sampah Jadi Energi Sekda Batam Sambut Kepulangan 442 Jemaah Haji: Semoga Menjadi Haji Mabrur Peringati Hari Lahir Pancasila, Pemko Batam Teguhkan Komitmen Jaga Kerukunan dan Persatuan residen Prabowo Serahkan Hewan Kurban untuk Warga Batam, Pemko Ajak Perkuat Solidaritas

Daerah

Menginap Empat Malam di Penyengat, Pelajar Singapura Belajar Sejarah Melayu hingga Tanam Mangrove

badge-check


					Sejumlah pelajar asal Singapura bersama masyarakat dan relawan Pulau Penyengat mengikuti kegiatan penanaman mangrove di kawasan pesisir Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang. Perbesar

Sejumlah pelajar asal Singapura bersama masyarakat dan relawan Pulau Penyengat mengikuti kegiatan penanaman mangrove di kawasan pesisir Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang.

Tanjungpinang – Pulau Penyengat kembali menjadi tujuan wisata edukasi bagi pelajar mancanegara. Melalui program kolaborasi antara pulaupenyengat.id dan Nusantara Connect Singapore, sejumlah pelajar asal Singapura mengikuti kegiatan pembelajaran berbasis budaya dan lingkungan dengan tinggal langsung di tengah masyarakat Pulau Penyengat selama empat malam.

Program yang telah berlangsung untuk keenam kalinya itu memberikan pengalaman berbeda bagi para peserta. Mereka tidak hanya mengunjungi situs-situs bersejarah, tetapi juga merasakan kehidupan sehari-hari masyarakat Melayu melalui berbagai aktivitas yang melibatkan warga setempat.

Pendiri pulaupenyengat.id, Raja Farul, mengatakan selama berada di Pulau Penyengat para pelajar terlibat aktif dalam berbagai kegiatan edukatif, mulai dari pembelajaran sejarah dan budaya Melayu hingga aksi pelestarian lingkungan.

“Ini yang keenam kalinya kami laksanakan. Mereka belajar, menyaksikan langsung adab dan tata krama orang Melayu dalam kehidupan sehari-hari. Kita juga mengenalkan tradisi dan adat perkawinan orang Melayu. Keseharian, dan tradisi kita justru sangat menarik perhatian mereka. Selama lima hari, empat malam mereka menginap di Penyengat. Hingga merasakan betul keseharian hidup orang Melayu,” kata Raja Farul, Minggu (7/6/2026).

Selain mengenal budaya dan tradisi Melayu, para pelajar juga mengikuti kegiatan penanaman mangrove serta gotong royong bersama masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan nilai-nilai pelestarian lingkungan yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.

Tidak hanya itu, peserta juga diajak melakukan riset lapangan dengan pendekatan ilmiah. Salah satu fokus kajian yang dilakukan adalah pengembangan pariwisata berbasis masyarakat atau community-based tourism.

Menurut Farul, melalui kegiatan tersebut para pelajar dapat memahami bagaimana komunitas lokal berperan sebagai penggerak utama pembangunan pariwisata sekaligus menjaga keberlanjutan destinasi wisata.

“Sekaligus menegaskan posisi Kota Tanjungpinang sebagai destinasi wisata edukasi unggulan di kawasan regional. Khususnya dalam konteks sejarah peradaban Melayu dan keanekaragaman budaya Nusantara. Kami mengharapkan kerja sama ini dapat terus berkembang, hingga mampu menjadi wadah bagi pengenalan budaya lintas negara bagi generasi muda,” ungkap Farul.

Program kerja sama antara Nusantara Connect Singapore dan pulaupenyengat.id dinilai menjadi bukti kuatnya komitmen kedua pihak dalam mempererat hubungan budaya dan pendidikan antara Indonesia dan Singapura. Selama enam kali pelaksanaan berturut-turut, program ini terus menghadirkan ruang pembelajaran lintas negara yang memperkenalkan kekayaan sejarah, budaya, dan kearifan lokal Pulau Penyengat kepada generasi muda internasional.

Pulau Penyengat sendiri dikenal sebagai salah satu pusat peradaban Melayu yang memiliki nilai historis penting di Kepulauan Riau. Selain menjadi destinasi wisata sejarah, pulau tersebut kini juga berkembang sebagai lokasi wisata edukasi yang mengedepankan keterlibatan masyarakat dalam menjaga warisan budaya dan lingkungan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sas Jhoni: Marwah Adat Melayu Harus Dijaga Lewat Musyawarah Hulubalang

7 Juni 2026 - 14:04

Membanggakan! Bripda Moh. Nurtakhim Raih Predikat Akademik Terbaik di SPN Batua Polda Sulsel

6 Juni 2026 - 19:43

Generasi Muda Anambas Dorong Penguatan Demokrasi Lokal dan Ruang Aspirasi Publik

5 Juni 2026 - 20:08

Bangun SDM Unggul, Pemda Anambas Jalin Kemitraan Strategis dengan Universitas Budi Luhur

5 Juni 2026 - 20:01

Ketua Kwarcab Anambas: Kwarran dan Mabiran Ujung Tombak Pembinaan Pramuka

5 Juni 2026 - 11:56

Trending di Daerah