Anambas — Ketua Karang Taruna Taruna Cahaya Mekar Desa Pesisir Timur, Yoga Saputra, menyampaikan apresiasi sekaligus evaluasi atas pelaksanaan Turnamen HUT Karang Taruna Desa Pesisir Timur ke-11 yang resmi berakhir, Minggu (9/8/2026).
Dalam sambutan sekaligus laporan panitia, Yoga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah desa, para donatur, masyarakat, peserta, serta seluruh pihak yang telah mendukung sehingga turnamen dapat berjalan hingga selesai.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada donatur, pemerintah desa, masyarakat, dan semua pihak. Kami juga mohon maaf apabila selama penyelenggaraan masih terdapat banyak kekurangan,” ujar Yoga.
Di balik suksesnya pelaksanaan turnamen, Yoga mengatakan masih terdapat sejumlah catatan yang perlu menjadi perhatian bersama, terutama terkait kondisi lapangan sepak bola Desa Pesisir Timur.
Ia menyebut masih terdapat batu-batu besar di area lapangan yang belum dapat ditangani secara maksimal. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian agar lapangan dapat digunakan dengan lebih aman dan nyaman, khususnya untuk kegiatan olahraga masyarakat.
“Khususnya masih ada batu besar di lapangan yang belum bisa kami atasi. Kami berharap ke depan ada perbaikan dan pelebaran lapangan agar kegiatan olahraga di desa kita bisa lebih layak dan nyaman,” katanya.
Menurut Yoga, pembenahan fasilitas olahraga penting dilakukan seiring dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap kegiatan olahraga. Lapangan yang lebih representatif juga diharapkan dapat menjadi ruang pembinaan bagi generasi muda Desa Pesisir Timur.
Meski demikian, Yoga menegaskan bahwa keterbatasan fasilitas tidak mengurangi makna utama dari turnamen yang telah digelar. Baginya, kegiatan tersebut bukan semata-mata untuk menentukan siapa yang menjadi juara, tetapi menjadi wadah berkumpul dan mempererat hubungan antarmasyarakat.
Yoga pun memberikan selamat kepada seluruh tim yang berhasil meraih prestasi dan meminta peserta yang belum berhasil menjadi juara agar tetap menjaga semangat serta menjadikan turnamen sebagai pengalaman untuk terus berkembang.
“Tujuan utama turnamen ini bukan soal menang atau kalah. Yang paling penting adalah menjalin silaturahmi masyarakat Anambas dan kita tetap menjunjung tinggi sportivitas,” tegasnya.
Ia berharap semangat kebersamaan yang telah terbangun selama turnamen tidak berhenti setelah pertandingan berakhir. Menurutnya, olahraga harus menjadi sarana untuk memperkuat persaudaraan, membangun kekompakan, sekaligus membuka ruang positif bagi generasi muda di Desa Pesisir Timur. (Azmi)













