Menu

Mode Gelap
Defence Attache Tour 2026 Singgah di Batam, Kenalkan Potensi Industri Maritim dan Investasi Batam Raih WTP ke-14 Beruntun, Li Claudia: Kepercayaan Ini Harus Dijaga Batam Melesat! Investasi Tumbuh Pesat, Pemko Siapkan Teknologi Pengolah Sampah Jadi Energi Sekda Batam Sambut Kepulangan 442 Jemaah Haji: Semoga Menjadi Haji Mabrur Peringati Hari Lahir Pancasila, Pemko Batam Teguhkan Komitmen Jaga Kerukunan dan Persatuan residen Prabowo Serahkan Hewan Kurban untuk Warga Batam, Pemko Ajak Perkuat Solidaritas

Daerah

Kabel Putus dan AC Hilang di RSUP RAT, Dua Ormas Melayu Desak Polisi Usut Tuntas

badge-check


					Ketua Gerakan Anak Melayu Negeri Riau (GAMNR) TPI, Dato Sasjoni (kanan) bersama Ketua Umum Generasi Anak Melayu (GERAM) Kepulauan Riau Dato Aryandy, S.E. (kiri). Perbesar

Ketua Gerakan Anak Melayu Negeri Riau (GAMNR) TPI, Dato Sasjoni (kanan) bersama Ketua Umum Generasi Anak Melayu (GERAM) Kepulauan Riau Dato Aryandy, S.E. (kiri).

Gennews.id, Tanjungpinang – Generasi Anak Melayu (GERAM) Kepulauan Riau dan Gerakan Anak Melayu Negeri Riau (GAMNR) Kota Tanjungpinang angkat suara terkait dua kasus kriminal yang mengguncang RSUP Raja Ahmad Tabib (RAT). Dugaan pemutusan kabel UTP pada April 2025 dan pencurian lima unit AC pada Agustus 2025 dinilai belum menunjukkan perkembangan berarti di mata publik.

Ketua Umum GERAM KEPRI, Dato Aryandy, S.E., bersama Ketua GAMNR Tanjungpinang, Dato Sasjoni, menegaskan rumah sakit adalah fasilitas vital dan menjadi benteng terakhir penyelamatan nyawa manusia. Ancaman terhadap keamanan dan kelengkapan fasilitasnya, kata mereka, harus direspons cepat, transparan, dan tegas, tanpa memberi ruang kesan adanya pembiaran.

“Kasus yang menyangkut fasilitas kesehatan bukan sekadar tindak kriminal biasa. Ini menyentuh hajat hidup orang banyak. Proses hukum yang lamban dan minim informasi publik hanya akan mengikis kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum,” ujar kedua pimpinan organisasi tersebut.

Mereka mendesak Polresta Tanjungpinang untuk:
1. Mempercepat penyidikan kedua kasus dengan langkah konkret dan terukur.
2. Membuka perkembangan penanganan secara transparan kepada publik.
3. Menindak tegas semua pihak yang terlibat, tanpa pandang bulu.

Keduanya menegaskan, masyarakat Kepri berhak mendapatkan informasi yang jelas terkait kasus ini, mengingat dampaknya langsung terhadap pelayanan kesehatan.

“Kami minta kepolisian bekerja cepat, terbuka, dan tegas. Publik berhak tahu sejauh mana kasus ini dikembangkan, dan kami akan terus mengawal hingga tuntas,” tegas Dato Aryandy dan Dato Sasjoni. (Reza)

Baca Lainnya

Menginap Empat Malam di Penyengat, Pelajar Singapura Belajar Sejarah Melayu hingga Tanam Mangrove

8 Juni 2026 - 13:05

Sas Jhoni: Marwah Adat Melayu Harus Dijaga Lewat Musyawarah Hulubalang

7 Juni 2026 - 14:04

Membanggakan! Bripda Moh. Nurtakhim Raih Predikat Akademik Terbaik di SPN Batua Polda Sulsel

6 Juni 2026 - 19:43

Generasi Muda Anambas Dorong Penguatan Demokrasi Lokal dan Ruang Aspirasi Publik

5 Juni 2026 - 20:08

Bangun SDM Unggul, Pemda Anambas Jalin Kemitraan Strategis dengan Universitas Budi Luhur

5 Juni 2026 - 20:01

Trending di Daerah