Menu ✖

Mode Gelap
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Ribuan Warga Batam Tumpahkan Kegembiraan Jawab Pandangan Fraksi DPRD, Amsakar Tegaskan Perubahan APBD Batam 2026 Fokus pada Pelayanan dan Kesejahteraan P2K IIBN 2026: Mahasiswa Dituntut Tak Hanya Cerdas, tetapi Juga Aktif, Inovatif dan Berkarakter Batam Jadi Lokasi Perdana SiTaskin Pesisir, Pemerintah Perkuat Pengentasan Kemiskinan Nelayan Defence Attache Tour 2026 Singgah di Batam, Kenalkan Potensi Industri Maritim dan Investasi Batam Raih WTP ke-14 Beruntun, Li Claudia: Kepercayaan Ini Harus Dijaga

Daerah

Ketua Komisi I DPRD Anambas Turun ke RSUD Palmatak, Korban Keracunan Mulai Membaik

badge-check


					Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas, Hj. Tety, saat turun ke RSUD Palmatak, Sabtu (18/4). Sumber Foto:ig@Rsudpalmatak Perbesar

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas, Hj. Tety, saat turun ke RSUD Palmatak, Sabtu (18/4). Sumber Foto:ig@Rsudpalmatak

Anambas, (Advetorial) – Dugaan kasus keracunan makanan yang menimpa sejumlah pelajar di Kabupaten Kepulauan Anambas menyita perhatian publik. Hingga kini, sumber pasti penyebab kejadian tersebut belum dapat dipastikan dan masih dalam proses penyelidikan.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas, Hj. Tety, turun langsung meninjau kondisi para korban di RSUD Palmatak, Sabtu (18/4/2026).

Dalam kunjungannya, sebagaimana dilansir mandalapos.co.id, ia memastikan kondisi para pelajar berangsur membaik setelah mendapatkan penanganan medis.

“Alhamdulillah, kondisi anak-anak sudah mulai membaik. Tenaga kesehatan dan dokter di RSUD Palmatak sudah memberikan penanganan maksimal,” ujarnya.

Data sementara menunjukkan enam anak masih menjalani perawatan saat kunjungan berlangsung. Namun, jumlah korban sempat meningkat menjadi sembilan orang, sebelum sebagian di antaranya diperbolehkan pulang.

Meski kondisi korban membaik, tanda tanya besar terkait penyebab insiden ini masih menggantung. Dugaan sementara mengarah pada makanan dari program Makan Bergizi Gratis yang disalurkan melalui dapur SPPG di Desa Air Asuk, Kecamatan Siantan Tengah.

Namun demikian, Hj. Tety menegaskan pentingnya menunggu hasil resmi sebelum menarik kesimpulan.

“Kita tunggu hasilnya. Jangan sampai berspekulasi,” tegasnya.

Sebagai bagian dari fungsi pengawasan, DPRD bergerak cepat. Komisi I berencana menggelar rapat internal dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta aparat penegak hukum. Tidak menutup kemungkinan, pihak-pihak terkait akan dipanggil untuk dimintai keterangan.

“Langkah ke depan harus berbasis data. Kalau sudah ada hasil, baru kita duduk bersama dengan pihak eksekutif untuk menentukan langkah,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan ketat dalam penyajian makanan, khususnya untuk anak-anak. Peran tenaga ahli gizi serta standar kelayakan konsumsi dinilai harus menjadi prioritas utama.

“Pastikan makanan yang diberikan benar-benar layak konsumsi sebelum didistribusikan. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang,” ujarnya.

Ke depan, DPRD berkomitmen meningkatkan pengawasan di lapangan, termasuk membuka peluang peninjauan lintas instansi, mulai dari dinas kesehatan hingga dinas pendidikan.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya keamanan pangan, terutama dalam program yang menyasar anak-anak. Meski kondisi korban mulai membaik, publik kini menanti hasil uji laboratorium untuk mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut. (Red)

Baca Lainnya

Sekda Anambas Luncurkan Dashboard SILINA MANJA untuk Perkuat Kinerja OPD

23 Oktober 2026 - 21:54

Bupati Anambas Sampaikan Jawaban Pemerintah atas Pandangan Fraksi soal APBD Anambas 2027

22 Oktober 2026 - 19:43

DPRD Anambas Bahas APBD 2027, Fraksi PKAD Soroti Ketergantungan Dana Pusat

22 Oktober 2026 - 17:36

Pemkab dan DPRD Anambas Bahas Rancangan APBD 2027

21 Oktober 2026 - 21:24

Bupati Aneng Tinjau Kedatangan Mesin PLTD, Upayakan Listrik Anambas Lebih Andal

21 Oktober 2026 - 15:34

Trending di Daerah