Menu

Mode Gelap
Defence Attache Tour 2026 Singgah di Batam, Kenalkan Potensi Industri Maritim dan Investasi Batam Raih WTP ke-14 Beruntun, Li Claudia: Kepercayaan Ini Harus Dijaga Batam Melesat! Investasi Tumbuh Pesat, Pemko Siapkan Teknologi Pengolah Sampah Jadi Energi Sekda Batam Sambut Kepulangan 442 Jemaah Haji: Semoga Menjadi Haji Mabrur Peringati Hari Lahir Pancasila, Pemko Batam Teguhkan Komitmen Jaga Kerukunan dan Persatuan residen Prabowo Serahkan Hewan Kurban untuk Warga Batam, Pemko Ajak Perkuat Solidaritas

Daerah

Ketua Komisi I DPRD Anambas Turun ke RSUD Palmatak, Korban Keracunan Mulai Membaik

badge-check


					Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas, Hj. Tety, saat turun ke RSUD Palmatak, Sabtu (18/4). Sumber Foto:ig@Rsudpalmatak Perbesar

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas, Hj. Tety, saat turun ke RSUD Palmatak, Sabtu (18/4). Sumber Foto:ig@Rsudpalmatak

Anambas, (Advetorial) – Dugaan kasus keracunan makanan yang menimpa sejumlah pelajar di Kabupaten Kepulauan Anambas menyita perhatian publik. Hingga kini, sumber pasti penyebab kejadian tersebut belum dapat dipastikan dan masih dalam proses penyelidikan.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas, Hj. Tety, turun langsung meninjau kondisi para korban di RSUD Palmatak, Sabtu (18/4/2026).

Dalam kunjungannya, sebagaimana dilansir mandalapos.co.id, ia memastikan kondisi para pelajar berangsur membaik setelah mendapatkan penanganan medis.

“Alhamdulillah, kondisi anak-anak sudah mulai membaik. Tenaga kesehatan dan dokter di RSUD Palmatak sudah memberikan penanganan maksimal,” ujarnya.

Data sementara menunjukkan enam anak masih menjalani perawatan saat kunjungan berlangsung. Namun, jumlah korban sempat meningkat menjadi sembilan orang, sebelum sebagian di antaranya diperbolehkan pulang.

Meski kondisi korban membaik, tanda tanya besar terkait penyebab insiden ini masih menggantung. Dugaan sementara mengarah pada makanan dari program Makan Bergizi Gratis yang disalurkan melalui dapur SPPG di Desa Air Asuk, Kecamatan Siantan Tengah.

Namun demikian, Hj. Tety menegaskan pentingnya menunggu hasil resmi sebelum menarik kesimpulan.

“Kita tunggu hasilnya. Jangan sampai berspekulasi,” tegasnya.

Sebagai bagian dari fungsi pengawasan, DPRD bergerak cepat. Komisi I berencana menggelar rapat internal dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta aparat penegak hukum. Tidak menutup kemungkinan, pihak-pihak terkait akan dipanggil untuk dimintai keterangan.

“Langkah ke depan harus berbasis data. Kalau sudah ada hasil, baru kita duduk bersama dengan pihak eksekutif untuk menentukan langkah,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan ketat dalam penyajian makanan, khususnya untuk anak-anak. Peran tenaga ahli gizi serta standar kelayakan konsumsi dinilai harus menjadi prioritas utama.

“Pastikan makanan yang diberikan benar-benar layak konsumsi sebelum didistribusikan. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang,” ujarnya.

Ke depan, DPRD berkomitmen meningkatkan pengawasan di lapangan, termasuk membuka peluang peninjauan lintas instansi, mulai dari dinas kesehatan hingga dinas pendidikan.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya keamanan pangan, terutama dalam program yang menyasar anak-anak. Meski kondisi korban mulai membaik, publik kini menanti hasil uji laboratorium untuk mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut. (Red)

Baca Lainnya

Menginap Empat Malam di Penyengat, Pelajar Singapura Belajar Sejarah Melayu hingga Tanam Mangrove

8 Juni 2026 - 13:05

Sas Jhoni: Marwah Adat Melayu Harus Dijaga Lewat Musyawarah Hulubalang

7 Juni 2026 - 14:04

Membanggakan! Bripda Moh. Nurtakhim Raih Predikat Akademik Terbaik di SPN Batua Polda Sulsel

6 Juni 2026 - 19:43

Generasi Muda Anambas Dorong Penguatan Demokrasi Lokal dan Ruang Aspirasi Publik

5 Juni 2026 - 20:08

Bangun SDM Unggul, Pemda Anambas Jalin Kemitraan Strategis dengan Universitas Budi Luhur

5 Juni 2026 - 20:01

Trending di Daerah