Anambas — Keluhan masyarakat terkait kondisi jalan masuk menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarempa Tipe C mendapat perhatian serius dari Komisi III DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas. Bahkan, komisi yang membidangi infrastruktur itu turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi akses jalan yang selama ini dikeluhkan warga.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas, Adnan, mengatakan banyak masyarakat mengeluhkan jalan menuju RSUD yang belum juga dibangun. Saat hujan turun, jalan berubah menjadi licin dan becek sehingga kerap menyebabkan pengendara roda dua terjatuh.
“Keluhan masyarakat ini sudah cukup lama. Jalan menuju RSUD belum juga dikerjakan oleh Dinas PUPR sehingga warga yang melintas sering jatuh karena jalannya licin dan becek,” kata Adnan saat ditemui di lokasi, Kamis (2/7/2026).
Melihat kondisi tersebut, kata Adnan, Komisi III bersama anggota lainnya mengambil langkah sementara dengan melakukan penimbunan menggunakan material batu koral dan pasir beton agar akses jalan menjadi lebih aman dilalui masyarakat.
“Alhamdulillah, kami bersama kawan-kawan di Komisi III mengambil kebijakan sementara dengan menimbun jalan menggunakan batu koral dan pasir beton. Setidaknya sekarang kondisinya sudah agak lebih baik dan bisa mengurangi jalan yang licin serta becek,” ujarnya.
Politikus Partai NasDem itu menegaskan, langkah tersebut bukan merupakan solusi permanen. Karena itu, Komisi III mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kepulauan Anambas segera merealisasikan pembangunan akses jalan menuju RSUD Tarempa.
Menurut Adnan, DPRD telah menyetujui alokasi anggaran dalam APBD Murni Tahun Anggaran 2026, termasuk untuk pembebasan lahan, penyusunan Detail Engineering Design (DED), pembangunan fisik, hingga pengawasan.
“Kami mendesak Dinas PUPR agar mempercepat proses pembangunan. Anggaran pembebasan lahan, DED, pembangunan fisik, sampai pengawasan sudah kami sahkan dalam APBD Murni 2026. Tinggal bagaimana prosesnya dipercepat karena akses menuju RSUD ini merupakan kebutuhan yang sangat mendesak,” tegasnya.
Ia menilai pembangunan akses menuju rumah sakit harus menjadi prioritas pemerintah daerah mengingat keselamatan masyarakat menjadi taruhannya.
“Sudah banyak warga yang jatuh dan terpeleset di jalan ini. Jangan sampai menunggu ada korban yang lebih parah baru dilakukan pembangunan. Ini akses menuju rumah sakit yang seharusnya menjadi prioritas,” pungkas Adnan. (Azmi)













