Menu

Mode Gelap
Defence Attache Tour 2026 Singgah di Batam, Kenalkan Potensi Industri Maritim dan Investasi Batam Raih WTP ke-14 Beruntun, Li Claudia: Kepercayaan Ini Harus Dijaga Batam Melesat! Investasi Tumbuh Pesat, Pemko Siapkan Teknologi Pengolah Sampah Jadi Energi Sekda Batam Sambut Kepulangan 442 Jemaah Haji: Semoga Menjadi Haji Mabrur Peringati Hari Lahir Pancasila, Pemko Batam Teguhkan Komitmen Jaga Kerukunan dan Persatuan residen Prabowo Serahkan Hewan Kurban untuk Warga Batam, Pemko Ajak Perkuat Solidaritas

Daerah

Sas Jhoni Kritik Keras cucus.id, Singgung Dugaan Narasi Tendensius

badge-check


					Koordinator Zona B Taman Gurindam 12, Ahmad Syukri yang akrab disapa Sas Joni. Perbesar

Koordinator Zona B Taman Gurindam 12, Ahmad Syukri yang akrab disapa Sas Joni.

Tanjungpinang — Judul pemberitaan media online cucus.id bertajuk “KESERAKAHAN DI BALIK BAZAR RAMADAN FAIR 2026 DI ZONA B TAMAN GURINDAM 12 MENINDAS EMAK DAN 250 PELAKU UMKM” menuai respons keras dari Koordinator Zona B Taman Gurindam 12, Said Ahmad Syukri atau yang akrab disapa Sas Jhoni.

Sas Jhoni menilai penggunaan diksi dalam judul tersebut terkesan menghakimi dan tidak mencerminkan prinsip keberimbangan jurnalistik karena tidak ada upaya konfirmasi kepada pihak yang disebut.

“Saya mempertanyakan ini karya jurnalistik atau bukan. Karena dari judul saja sudah memberi vonis. Isinya penuh opini dan tudingan tanpa konfirmasi kepada kami,” tegas Sas Jhoni saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp, Kamis (26/2/2026).

Dalam pemberitaan itu disebutkan adanya 250 pelaku UMKM di Zona C yang disebut dirugikan, serta narasi dugaan “keserakahan” terkait tarif stand Rp40 ribu per hari. Sas Jhoni membantah klaim tersebut dan menyebut angka itu tidak sesuai fakta di lapangan.

“Faktanya, tidak ada 250 UMKM di Zona C seperti yang disebutkan. Data itu dari mana? Jangan membangun opini publik dengan angka yang tidak terverifikasi,” ujarnya.

Ia juga menanggapi tudingan soal tarif stand yang dinilai memberatkan pelaku usaha. Menurutnya, pihaknya memiliki bukti brosur dari panitia Zona C yang mencantumkan tarif Rp50 ribu per hari.

“Kalau mau bicara soal tarif, di Zona C ada yang Rp50 ribu per hari. Kami pegang bukti brosurnya. Jadi narasi seolah-olah kami menindas atau serakah itu tidak berdasar,” katanya.

Lebih jauh, Sas Jhoni turut mempertanyakan status dan legalitas media tersebut. Ia menegaskan pentingnya publik mengetahui apakah sebuah media tunduk pada Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

“Kritik itu sah dalam demokrasi. Tapi harus berbasis data, verifikasi, dan keberimbangan. Jangan sampai opini dibungkus seolah-olah fakta,” ujarnya.

Sas Jhoni menegaskan pihaknya siap membuka data dan klarifikasi apabila diperlukan. Hingga berita ini diterbitkan, pihak cucus.id belum memberikan tanggapan atas pernyataan tersebut. (Reza)

Baca Lainnya

Menginap Empat Malam di Penyengat, Pelajar Singapura Belajar Sejarah Melayu hingga Tanam Mangrove

8 Juni 2026 - 13:05

Sas Jhoni: Marwah Adat Melayu Harus Dijaga Lewat Musyawarah Hulubalang

7 Juni 2026 - 14:04

Membanggakan! Bripda Moh. Nurtakhim Raih Predikat Akademik Terbaik di SPN Batua Polda Sulsel

6 Juni 2026 - 19:43

Generasi Muda Anambas Dorong Penguatan Demokrasi Lokal dan Ruang Aspirasi Publik

5 Juni 2026 - 20:08

Bangun SDM Unggul, Pemda Anambas Jalin Kemitraan Strategis dengan Universitas Budi Luhur

5 Juni 2026 - 20:01

Trending di Daerah