Menu

Mode Gelap
Audiensi ke Pemko Batam, ADOB Soroti Tarif Ojol, Operasional Taksi Bandara, Hingga BPJSTK Driver Excavator dan Dump Truck Beroperasi Bebas, Cut and Fill di Sei Temiang Batam Diduga Tak Kantongi Izin Apel Siaga Batam Peduli Bencana, Pemko Tegaskan Komitmen Solidaritas Antar Daerah Komisi I Pertanyakan Data TKA PT JEE, Ada yang Masuk Pakai Visa Wisata? LIBAS Laporkan Proyek Citywalk Lubuk Baja: Ada Apa dengan Perizinannya? Dugaan Pembuangan Limbah B3, LIBAS Laporkan Dua Perusahaan ke Polda Kepri

News

Ustadz Riswandi Dukung RSUP RAT Tingkatkan Transparansi Lewat Audit

badge-check


					Tokoh Agama, Ustadz Riswandi, S.Ag, Rabu(13/8). Perbesar

Tokoh Agama, Ustadz Riswandi, S.Ag, Rabu(13/8).

Tanjungpinang — Kisruh dugaan korupsi jasa layanan senilai Rp15 miliar pada tahun anggaran 2024 di RSUP Raja Ahmad Tabib (RSUP RAT) menuai perhatian dari berbagai kalangan. Tidak hanya aktivis dan organisasi masyarakat, tokoh agama pun ikut angkat bicara.

Ustadz Riswandi, S.Ag, menegaskan bahwa audit terhadap hutang jasa layanan tersebut sangat penting sebagai bentuk transparansi dan upaya menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana kesehatan di Provinsi Kepulauan Riau.

“Dengan adanya audit, semua pihak akan mengetahui duduk perkaranya secara jelas. Ini juga akan memberi ruang bagi Dirut dan Wadir RSUP RAT untuk bekerja lebih optimal memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, tanpa terbebani isu negatif,” ujar Ustadz Riswandi, Rabu(13/8/2025).

Menurutnya, langkah audit oleh Inspektorat Provinsi Kepulauan Riau akan menjadi pintu bagi kejelasan status hutang dan kelayakan pembayarannya. Ia menekankan bahwa kebenaran data dan kelayakan pembayaran harus menjadi dasar pengambilan keputusan, sehingga menghindari potensi kerugian negara.

Sebagai tokoh agama, Ustadz Riswandi mengajak masyarakat untuk mengedepankan sikap tenang dan menunggu hasil pemeriksaan resmi.

“Mari kita serahkan proses ini kepada lembaga yang berwenang, sambil tetap mengawasi dan memastikan semua berjalan sesuai aturan,” pungkasnya. (Reza)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Seragam Ratusan Juta di BKAD Kepri: Kebutuhan Pegawai atau Pemborosan Anggaran?

23 April 2026 - 14:25

Kasus 90 Kontainer Limbah Elektronik di Batam Disorot, Ada Dugaan Pelanggaran?

22 April 2026 - 21:59

HMNI Kepri Kritik Program Nelayan, Pemerintah Pastikan Upaya Terus Berjalan

22 April 2026 - 18:01

Kajari Anambas Lantik Kasi Intel Baru, Tekankan Adaptasi dan Sinergi

21 April 2026 - 18:26

HNSI Ingatkan Soal Tata Niaga Ikan, Nelayan Anambas Bisa Murka

21 April 2026 - 07:32

Trending di Daerah