Menu ✖

Mode Gelap
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Ribuan Warga Batam Tumpahkan Kegembiraan Jawab Pandangan Fraksi DPRD, Amsakar Tegaskan Perubahan APBD Batam 2026 Fokus pada Pelayanan dan Kesejahteraan P2K IIBN 2026: Mahasiswa Dituntut Tak Hanya Cerdas, tetapi Juga Aktif, Inovatif dan Berkarakter Batam Jadi Lokasi Perdana SiTaskin Pesisir, Pemerintah Perkuat Pengentasan Kemiskinan Nelayan Defence Attache Tour 2026 Singgah di Batam, Kenalkan Potensi Industri Maritim dan Investasi Batam Raih WTP ke-14 Beruntun, Li Claudia: Kepercayaan Ini Harus Dijaga

Daerah

Rokok Non Cukai Bermerek Manchester Marak Beredar, Warga Batam Khawatir Ada Pembiaran

badge-check


					Sejumlah bungkus rokok bermerek Manchester tanpa pita cukai yang diduga beredar di warung-warung kecil di Kota Batam, Senin(8/12). Sumber Foto:Istimewa. Perbesar

Sejumlah bungkus rokok bermerek Manchester tanpa pita cukai yang diduga beredar di warung-warung kecil di Kota Batam, Senin(8/12). Sumber Foto:Istimewa.

Batam – Peredaran rokok tanpa pita cukai bermerek Manchester semakin marak ditemukan di sejumlah titik di Kota Batam. Warga menilai fenomena ini telah berlangsung cukup lama dan dikhawatirkan terjadi pembiaran sehingga produk tersebut bebas dijual di pasaran, Senin(8/12/2025).

Menurut penuturan beberapa warga, rokok Manchester tanpa cukai tersebut beredar luas mulai dari grosir hingga warung kecil di pinggir jalan. “Jenisnya banyak sekali, harganya juga berbeda-beda. Hampir setiap warung ada,” ujar salah satu warga Batam.

Warga menilai keberadaan rokok tanpa pita cukai dapat mengganggu persaingan usaha, terutama bagi pelaku industri hasil tembakau yang beroperasi secara legal. Selain itu, peredaran rokok ilegal dikhawatirkan berdampak pada menurunnya penerimaan negara dari sektor cukai serta memengaruhi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) untuk daerah.

Secara hukum, rokok tanpa pita cukai jelas merupakan pelanggaran. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai, setiap orang yang menawarkan atau menjual rokok polos tanpa cukai dapat dikenakan pidana penjara 1 hingga 5 tahun dan/atau denda sebesar 2 sampai 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayarkan.

Beberapa warga juga mengaku heran mengapa produk tersebut bisa beredar sangat bebas. Mereka khawatir ada unsur pembiaran yang membuat rokok non cukai tersebut tidak tersentuh penindakan. “Kami sebagai masyarakat hanya berharap ada tindakan tegas. Karena kalau dibiarkan, yang rugi bukan hanya negara, tapi juga pelaku usaha yang taat aturan,” tambah warga lainnya.

Warga pun berharap pihak berwenang meningkatkan pengawasan di lapangan agar peredaran rokok tanpa cukai tidak semakin meluas. (Reza)

Baca Lainnya

Sekda Anambas Luncurkan Dashboard SILINA MANJA untuk Perkuat Kinerja OPD

23 Oktober 2026 - 21:54

Bupati Anambas Sampaikan Jawaban Pemerintah atas Pandangan Fraksi soal APBD Anambas 2027

22 Oktober 2026 - 19:43

DPRD Anambas Bahas APBD 2027, Fraksi PKAD Soroti Ketergantungan Dana Pusat

22 Oktober 2026 - 17:36

Pemkab dan DPRD Anambas Bahas Rancangan APBD 2027

21 Oktober 2026 - 21:24

Bupati Aneng Tinjau Kedatangan Mesin PLTD, Upayakan Listrik Anambas Lebih Andal

21 Oktober 2026 - 15:34

Trending di Daerah