Menu

Mode Gelap
Jawab Pandangan Fraksi DPRD, Amsakar Tegaskan Perubahan APBD Batam 2026 Fokus pada Pelayanan dan Kesejahteraan P2K IIBN 2026: Mahasiswa Dituntut Tak Hanya Cerdas, tetapi Juga Aktif, Inovatif dan Berkarakter Batam Jadi Lokasi Perdana SiTaskin Pesisir, Pemerintah Perkuat Pengentasan Kemiskinan Nelayan Defence Attache Tour 2026 Singgah di Batam, Kenalkan Potensi Industri Maritim dan Investasi Batam Raih WTP ke-14 Beruntun, Li Claudia: Kepercayaan Ini Harus Dijaga Batam Melesat! Investasi Tumbuh Pesat, Pemko Siapkan Teknologi Pengolah Sampah Jadi Energi

Daerah

Desa Numbing Siap Jadi Kampung Nelayan Modern, Warga Antusias Dukung Program Mariculture dan Blue Carbon

badge-check


					Suasana konsultasi publik AMDAL rencana pembersihan sedimentasi laut di Kantor Desa Numbing, Kabupaten Bintan, Rabu (15/4/2026), yang dihadiri masyarakat nelayan, pemerintah, dan pihak perusahaan. Warga tampak antusias menyimak paparan program mariculture dan blue carbon sebagai bagian dari pengembangan kampung nelayan modern. Perbesar

Suasana konsultasi publik AMDAL rencana pembersihan sedimentasi laut di Kantor Desa Numbing, Kabupaten Bintan, Rabu (15/4/2026), yang dihadiri masyarakat nelayan, pemerintah, dan pihak perusahaan. Warga tampak antusias menyimak paparan program mariculture dan blue carbon sebagai bagian dari pengembangan kampung nelayan modern.

Bintan – Suasana penuh antusias dan partisipatif mewarnai kegiatan konsultasi publik AMDAL terkait rencana pembersihan sedimentasi laut dan pemanfaatannya untuk mendukung pembangunan Kampung Nelayan Desa Numbing.

Kegiatan tersebut digelar di Kantor Desa Numbing, Rabu (15/4/2026).

Hadirnya Berbagai Pihak

Kegiatan yang diprakarsai oleh PT. Hartono Energy Mining ini dihadiri sekitar 70 peserta.

Terdiri dari masyarakat nelayan, tokoh masyarakat, perangkat desa, unsur pemerintah kecamatan, aparat keamanan, serta instansi terkait.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Bintan Pesisir, Kapolsubsektor Kelong, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bintan, aparatur Desa Numbing, serta sejumlah undangan lainnya.

Paparan Program oleh Perusahaan

Paparan materi disampaikan oleh koordinator konsultan AMDAL, Yamin Pakaya, M.T.

Ia mendampingi jajaran direksi PT. Hartono Sinergy Mining, yaitu Eddie Rusland G selaku Direktur Utama dan Richard Budihadianto selaku Direktur.

Dalam forum tersebut, masyarakat terlihat aktif menyimak paparan, memberikan saran, dan menyampaikan berbagai harapan terhadap program yang akan dijalankan.

Program Mariculture dan Blue Carbon Jadi Sorotan

Salah satu poin yang mendapat perhatian besar dari masyarakat adalah paparan mengenai program CSR lingkungan yang diarahkan untuk mendukung ekonomi nelayan dan perlindungan kawasan pesisir.

Program yang dipresentasikan mencakup pengembangan Keramba Jaring Apung (Mariculture) sebagai pusat budidaya ikan laut terpadu bagi kelompok nelayan Desa Numbing.

Konsep ini diharapkan menjadi salah satu program unggulan dalam pembangunan kampung nelayan modern yang mampu meningkatkan hasil budidaya dan pendapatan masyarakat.

Selain itu, perusahaan juga memaparkan program Blue Carbon, yaitu penguatan ekosistem pesisir melalui rehabilitasi mangrove, perlindungan garis pantai, serta pemanfaatan hasil sedimentasi laut untuk mendukung restorasi kawasan pesisir.

Program ini dinilai sangat strategis karena tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan lingkungan, tetapi juga mendukung penyerapan karbon dan pengembangan ekonomi hijau desa.

Harapan Masyarakat untuk Kampung Nelayan Terpadu

Masyarakat yang hadir menyambut baik konsep tersebut dan berharap program CSR dapat dipadukan dengan pembangunan Kampung Nelayan Desa Numbing melalui kerja sama bersama Koperasi Desa Merah Putih Desa Numbing.

Beberapa usulan yang mengemuka antara lain:

– Pembangunan cold storage untuk hasil tangkap nelayan;

– Pengembangan kawasan mariculture terpadu;

– Rehabilitasi mangrove berbasis blue carbon;

– Fasilitas pengolahan hasil perikanan;

– Pengembangan energi terbarukan mandiri (CHP).

Camat Bintan Pesisir juga menyampaikan dukungan terhadap rencana pengembangan kawasan ekonomi masyarakat di atas lahan 1 hektare yang telah dicanangkan pemerintah daerah untuk koperasi desa.

Komitmen Perusahaan dan Pemerintah

Pihak perusahaan menyampaikan bahwa seluruh aspirasi masyarakat akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan dokumen AMDAL dan program CSR lanjutan bersama instansi terkait.

Forum ini menjadi momentum penting untuk memastikan bahwa kegiatan pembersihan sedimentasi laut tidak hanya memperhatikan aspek lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Desa Numbing, khususnya para nelayan.

Dengan kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat, Desa Numbing diharapkan dapat berkembang menjadi kampung nelayan modern berbasis mariculture dan blue carbon, yang mampu memperkuat ekonomi lokal sekaligus menjaga kelestarian lingkungan pesisir.(Red)

Baca Lainnya

HUT Karang Taruna Sinar Siantan ke-20, Camat Siantan Tengah: Jadikan Olahraga Perekat Persaudaraan

6 September 2026 - 16:03

Dua Pejabat Baru Dilantik di Kejari Kepulauan Anambas

4 September 2026 - 09:26

Jawab Pandangan Fraksi DPRD, Amsakar Tegaskan Perubahan APBD Batam 2026 Fokus pada Pelayanan dan Kesejahteraan

3 September 2026 - 12:30

Kejati Kepri Pelajari Laporan GAMNR soal Belanja Hotel dan Publikasi DKUKM

3 September 2026 - 11:51

DPRD Kota Batam Bahas Jawaban Wali Kota soal Ranperda Perubahan APBD 2026

2 September 2026 - 18:30

Trending di Daerah