Batam – Dukungan terhadap pengembangan pendidikan berbasis pesantren di Kota Batam kembali menjadi perhatian. Anggota DPRD Kota Batam Hendrik, SH, mendorong pemerintah memberikan dukungan bagi pembangunan dan pengembangan pondok pesantren.
Dorongan tersebut disampaikan Hendrik saat menghadiri silaturahmi pengurus Yayasan Darul Fikri Batam bersama wali santri yang dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di lingkungan Pondok Pesantren Modern Nur Fikri Batam, 6 September 2026.
Kegiatan itu dihadiri jajaran pengurus yayasan, pimpinan pesantren, kepala sekolah, Forum Komunikasi Wali Santri serta para wali santri.
Kehadiran Hendrik juga dimanfaatkan untuk melihat langsung kondisi pesantren. Ia mengaku diajak pengurus yayasan meninjau sejumlah fasilitas, termasuk lapangan dan lokasi pembangunan masjid.
Menurut Hendrik, keberadaan fasilitas pendukung menjadi bagian penting dalam menunjang proses pendidikan dan pembinaan para santri. Pembangunan masjid, penataan lapangan hingga kebutuhan ruang belajar dinilai perlu mendapat perhatian.
“Saya memperjuangkan pondok pesantren supaya pondok pesantren ini mendapatkan bantuan dari pemerintah,” ujar Hendrik dalam sambutannya.
Hendrik mengatakan perjuangan tersebut tidak ditujukan untuk kelompok maupun organisasi tertentu. Menurut dia, pondok pesantren di Batam yang memenuhi ketentuan memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perhatian pemerintah.
Ia juga mengungkapkan pernah memperjuangkan dukungan bagi pondok pesantren ketika menjabat sebagai Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Batam pada 2019.
Upaya tersebut, kata Hendrik, menjadi bagian dari perjuangan agar keberadaan pesantren mendapat ruang dalam kebijakan pembangunan daerah.
Hendrik memastikan dorongan tersebut akan terus dilakukan, baik melalui pemerintah daerah maupun dengan berkoordinasi bersama pihak terkait di tingkat pusat.
Dukungan itu dapat diarahkan untuk sejumlah kebutuhan, mulai pembangunan masjid, fasilitas olahraga dan lapangan hingga penambahan ruang kelas.
“Insyaallah saya akan berjuang untuk pembangunan, khususnya pondok pesantren yang ada di Kota Batam,” katanya.

Hendrik bersama pengurus Yayasan Darul Fikri Batam dan para wali santri berfoto bersama usai kegiatan silaturahmi dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Ketua Yayasan Darul Fikri Batam, Ustaz Muhammad Sahwil Nasution, menyambut baik kehadiran Hendrik dalam kegiatan tersebut.
Menurut Sahwil, kunjungan anggota DPRD Kota Batam yang juga Ketua DPC PKB Kota Batam itu diharapkan menjadi pintu awal terbangunnya sinergi antara pesantren, orang tua santri dan pemerintah melalui wakil rakyat.
“Kita kedatangan tamu dari salah satu anggota DPRD Kota Batam dan juga sebagai Ketua DPC PKB Kota Batam, bersilaturahmi ke pondok pesantren kita, Pondok Pesantren Modern Nur Fikri,” ujar Sahwil.
Ia berharap sinergi tersebut dapat memberikan manfaat bagi pengembangan pendidikan berbasis pesantren di Kota Batam.
“Mudah-mudahan anggota DPRD dengan pondok pesantren dan beserta orang tua santri semuanya dapat bersinergi dan dapat bekerja sama untuk membangun dunia pendidikan, khususnya dunia pondok pesantren,” katanya.
Sementara itu, Pembina Yayasan Darul Fikri Batam, K.H. Dr. Zulkarnain, M.H., dalam tausiyahnya mengingatkan para hadirin mengenai jaminan dan pertolongan Allah SWT kepada umat-Nya.
Zulkarnain juga mengajak para orang tua santri untuk bersama-sama mendukung program yang tengah dijalankan yayasan dan pesantren.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah pembangunan masjid di lingkungan pesantren. Dalam kesempatan tersebut, Zulkarnain menunjukkan lokasi pembangunan masjid yang masih dalam proses pengerjaan.
Kegiatan silaturahmi dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Para wali santri dan anak-anak turut mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.
Momentum itu tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, tetapi juga mempererat komunikasi antara yayasan, pesantren, orang tua santri dan pemangku kepentingan dalam mendukung pengembangan pendidikan pesantren di Kota Batam. (Reza)













