Tanjungpinang — Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Luki Zaiman Prawira, memberikan penjelasan terkait kinerja keuangan PT Pelabuhan Kepri pada 2025. Ia menyebut penurunan pendapatan operasional perusahaan salah satunya terjadi pada bisnis kapal Lintas Kepri.
Penjelasan tersebut disampaikan Luki saat dikonfirmasi Gennews.id melalui pesan singkat WhatsApp, Rabu (28/10/2026), mengenai evaluasi kinerja badan usaha milik daerah (BUMD) Pemprov Kepri.
“Info dari Direktur BUMD Pelabuhan Kepri memang penerimaan dari bisnis kapal Lintas Kepri mengalami penurunan pendapatan,” ujar Luki.
Berdasarkan Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) Pemprov Kepri Tahun Anggaran 2025, pendapatan operasional PT Pelabuhan Kepri tercatat turun sebesar Rp581.588.848 dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, beban operasional perusahaan meningkat sebesar Rp143.161.820.
Terkait peningkatan beban operasional tersebut, Luki menjelaskan bahwa pengeluaran BUMD dituangkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). Ia juga menyebut perusahaan tengah menjajaki peluang bisnis baru yang membutuhkan pembiayaan.
“Pengeluaran BUMD dituangkan di RKAP perusahaan. BUMD saat ini sedang menjajaki peluang bisnis baru. Hal ini tentu membutuhkan pembiayaan. Bisnis yang dikembangkan bisa ditanyakan langsung ke manajemen,” jelasnya.
Namun, Luki tidak merinci jenis usaha baru yang sedang dijajaki maupun besaran pembiayaan yang dibutuhkan. Penjelasan mengenai komponen kenaikan beban operasional juga belum disampaikan secara terperinci.
Mengenai PT Energi Kepri, Luki menyampaikan bahwa perusahaan tersebut beberapa waktu lalu telah melaporkan kinerjanya. Namun, ia belum menjelaskan secara terperinci hasil evaluasi maupun status pemeriksaan BPK RI Perwakilan Kepri terhadap perusahaan tersebut untuk Tahun Anggaran 2025.
Sementara mengenai alasan hanya tiga BUMD yang dibahas dalam bagian laporan keuangan yang menjadi rujukan, Luki menyatakan masih akan mencari informasi lebih lanjut.
“Saya coba cari info perihal ini karena saya belum mengetahuinya,” katanya.
Rincian penyebab penurunan pendapatan kapal Lintas Kepri, komponen kenaikan beban operasional, serta perkembangan rencana bisnis baru masih memerlukan penjelasan lebih lanjut dari manajemen PT Pelabuhan Kepri. (Reza)













