Menu ✖

Mode Gelap
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Ribuan Warga Batam Tumpahkan Kegembiraan Jawab Pandangan Fraksi DPRD, Amsakar Tegaskan Perubahan APBD Batam 2026 Fokus pada Pelayanan dan Kesejahteraan P2K IIBN 2026: Mahasiswa Dituntut Tak Hanya Cerdas, tetapi Juga Aktif, Inovatif dan Berkarakter Batam Jadi Lokasi Perdana SiTaskin Pesisir, Pemerintah Perkuat Pengentasan Kemiskinan Nelayan Defence Attache Tour 2026 Singgah di Batam, Kenalkan Potensi Industri Maritim dan Investasi Batam Raih WTP ke-14 Beruntun, Li Claudia: Kepercayaan Ini Harus Dijaga

Daerah

Luki Zaiman Beri Penjelasan soal Kinerja dan Keuangan BUMD Kepri

badge-check


					Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kepri, Luki Zaiman Prawira. (Sumber foto: Instagram @diskominfokepri) Perbesar

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kepri, Luki Zaiman Prawira. (Sumber foto: Instagram @diskominfokepri)

Tanjungpinang — Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Luki Zaiman Prawira, memberikan penjelasan terkait kinerja keuangan PT Pelabuhan Kepri pada 2025. Ia menyebut penurunan pendapatan operasional perusahaan salah satunya terjadi pada bisnis kapal Lintas Kepri.

Penjelasan tersebut disampaikan Luki saat dikonfirmasi Gennews.id melalui pesan singkat WhatsApp, Rabu (28/10/2026), mengenai evaluasi kinerja badan usaha milik daerah (BUMD) Pemprov Kepri.

“Info dari Direktur BUMD Pelabuhan Kepri memang penerimaan dari bisnis kapal Lintas Kepri mengalami penurunan pendapatan,” ujar Luki.

Berdasarkan Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) Pemprov Kepri Tahun Anggaran 2025, pendapatan operasional PT Pelabuhan Kepri tercatat turun sebesar Rp581.588.848 dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, beban operasional perusahaan meningkat sebesar Rp143.161.820.

Terkait peningkatan beban operasional tersebut, Luki menjelaskan bahwa pengeluaran BUMD dituangkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). Ia juga menyebut perusahaan tengah menjajaki peluang bisnis baru yang membutuhkan pembiayaan.

“Pengeluaran BUMD dituangkan di RKAP perusahaan. BUMD saat ini sedang menjajaki peluang bisnis baru. Hal ini tentu membutuhkan pembiayaan. Bisnis yang dikembangkan bisa ditanyakan langsung ke manajemen,” jelasnya.

Namun, Luki tidak merinci jenis usaha baru yang sedang dijajaki maupun besaran pembiayaan yang dibutuhkan. Penjelasan mengenai komponen kenaikan beban operasional juga belum disampaikan secara terperinci.

Mengenai PT Energi Kepri, Luki menyampaikan bahwa perusahaan tersebut beberapa waktu lalu telah melaporkan kinerjanya. Namun, ia belum menjelaskan secara terperinci hasil evaluasi maupun status pemeriksaan BPK RI Perwakilan Kepri terhadap perusahaan tersebut untuk Tahun Anggaran 2025.

Sementara mengenai alasan hanya tiga BUMD yang dibahas dalam bagian laporan keuangan yang menjadi rujukan, Luki menyatakan masih akan mencari informasi lebih lanjut.

“Saya coba cari info perihal ini karena saya belum mengetahuinya,” katanya.

Rincian penyebab penurunan pendapatan kapal Lintas Kepri, komponen kenaikan beban operasional, serta perkembangan rencana bisnis baru masih memerlukan penjelasan lebih lanjut dari manajemen PT Pelabuhan Kepri. (Reza)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

RJK & Partners Hadir di Sidang PK Tipikor Den Yealta dengan Dua Alat Bukti Novum

28 Oktober 2026 - 16:08

Evaluasi BUMD Kepri Belum Jelas, Asisten II Luki Zaiman Jawab “Sip”

28 Oktober 2026 - 10:45

Sekda Anambas Luncurkan Dashboard SILINA MANJA untuk Perkuat Kinerja OPD

23 Oktober 2026 - 21:54

Bupati Anambas Sampaikan Jawaban Pemerintah atas Pandangan Fraksi soal APBD Anambas 2027

22 Oktober 2026 - 19:43

DPRD Anambas Bahas APBD 2027, Fraksi PKAD Soroti Ketergantungan Dana Pusat

22 Oktober 2026 - 17:36

Trending di Daerah