Menu

Mode Gelap
Jawab Pandangan Fraksi DPRD, Amsakar Tegaskan Perubahan APBD Batam 2026 Fokus pada Pelayanan dan Kesejahteraan P2K IIBN 2026: Mahasiswa Dituntut Tak Hanya Cerdas, tetapi Juga Aktif, Inovatif dan Berkarakter Batam Jadi Lokasi Perdana SiTaskin Pesisir, Pemerintah Perkuat Pengentasan Kemiskinan Nelayan Defence Attache Tour 2026 Singgah di Batam, Kenalkan Potensi Industri Maritim dan Investasi Batam Raih WTP ke-14 Beruntun, Li Claudia: Kepercayaan Ini Harus Dijaga Batam Melesat! Investasi Tumbuh Pesat, Pemko Siapkan Teknologi Pengolah Sampah Jadi Energi

Daerah

Fiskal Anambas Tertekan, Porsi Belanja Pegawai Masih di Atas Separuh APBD

badge-check


					Wakil Ketua I DPRD Anambas, Yusli Ys, Senin (3/11). Sumber Foto: Ist. Perbesar

Wakil Ketua I DPRD Anambas, Yusli Ys, Senin (3/11). Sumber Foto: Ist.

Anambas — Tekanan fiskal kembali menghantui keuangan daerah Kabupaten Kepulauan Anambas. Dalam rancangan APBD 2026 yang tengah dibahas, porsi belanja pegawai diproyeksikan masih di atas separuh total anggaran daerah. Kondisi ini menandakan ruang pembangunan belum sepenuhnya pulih dari beban biaya aparatur yang terus membengkak.

Berdasarkan rancangan awal yang masih dalam pembahasan KUA-PPAS, belanja pegawai murni tercatat mencapai sekitar Rp502,59 miliar dari total belanja daerah sebesar Rp963,46 miliar, atau sekitar 52 persen. Angka ini belum bersifat final dan masih mungkin berubah dalam pembahasan lanjutan antara eksekutif dan legislatif.

Padahal, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD) mengamanatkan agar porsi belanja pegawai ditekan maksimal 30 persen selambat-lambatnya pada 2027.

Wakil Ketua I DPRD Anambas, Yusli Ys, mengakui beratnya beban fiskal daerah akibat besarnya komposisi pegawai. Namun, menurutnya, kondisi ini merupakan konsekuensi dari kebijakan pemerintah dalam memberikan kepastian status bagi tenaga honorer dan pegawai tidak tetap (PTT) yang diangkat menjadi ASN.

“Kalau bicara berat ya itulah faktanya. Namun memiliki nilai plus dan minusnya, di satu sisi belanja pegawai bagian dari pengendalian ekonomi masyarakat di Anambas,” ujar Yusli saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (3/11/2025).

Ia menegaskan DPRD telah menelaah kondisi keuangan daerah dan menyimpulkan bahwa pilihan fiskal Anambas saat ini bersifat terbatas.

“Suka atau tidak suka, kita harus menerima kondisi seperti itu,” katanya.

Menurut Yusli, opsi yang lebih realistis bukan memangkas belanja pegawai, melainkan memperbesar potensi pendapatan daerah.

“Tidak mungkin kita kurangkan belanja pegawai, tetapi kita besarkan upaya pendapatan daerah. TKD harus dinaikkan, DBH yang belum tersalurkan harus kita kejar,” jelasnya.

Kendati demikian, ia menambahkan pos belanja lain seperti kegiatan operasional dan infrastruktur akan dikaji ulang untuk menjaga keseimbangan fiskal.

“Hak-hak ASN sudah diatur oleh undang-undang. Namun, untuk pos belanja lainnya tentu akan dilakukan secara selektif dan efisien, sejalan dengan instruksi pemerintah pusat serta menyesuaikan kemampuan APBD daerah,” ujar Yusli.

Menjawab pertanyaan soal apakah proporsi belanja pegawai di atas 50 persen berpotensi menghambat pembangunan, Yusli menegaskan pembahasan APBD 2026 masih berlangsung.

“Belum sahkan, nanti kalau disahkan baru terlihat angkanya,” katanya.

DPRD juga berjanji akan melakukan pengawasan intensif terhadap pelaksanaan anggaran agar target efisiensi sesuai amanat UU HKPD dapat tercapai secara bertahap.

“Kalau nanti tidak tercapai, pasti ada rekomendasi yang kami berikan kepada pemerintah. Kami akan awasi dari triwulan ke triwulan,” tutup Yusli.

Secara akademis, struktur fiskal Anambas masih tergolong kurang produktif, karena lebih dari separuh belanja daerah terserap untuk pembiayaan aparatur. Kondisi ini berpotensi menggerus ruang fiskal pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik, dua sektor yang menjadi tolok ukur utama kemandirian daerah dalam kerangka UU HKPD. (Azmi)

Baca Lainnya

BLT DD Desa Liuk Disalurkan, Camat Ingatkan Warga Gunakan Bantuan dengan Bijak

10 September 2026 - 15:58

HUT Karang Taruna Sinar Siantan ke-20, Camat Siantan Tengah: Jadikan Olahraga Perekat Persaudaraan

6 September 2026 - 16:03

Dua Pejabat Baru Dilantik di Kejari Kepulauan Anambas

4 September 2026 - 09:26

Kejati Kepri Pelajari Laporan GAMNR soal Belanja Hotel dan Publikasi DKUKM

3 September 2026 - 11:51

DPRD Kota Batam Bahas Jawaban Wali Kota soal Ranperda Perubahan APBD 2026

2 September 2026 - 18:30

Trending di Daerah