Anambas – Camat Siantan Selatan Kaharuzzaman menegaskan pembersihan jalur jaringan PLN di wilayahnya telah mendapat izin dari pemilik lahan. Namun, warga berharap pemadaman listrik tidak lagi terjadi setelah proses pembersihan dilakukan.
Hal tersebut disampaikan Kaharuzzaman saat diwawancarai di lapangan, Rabu (26/8/2026). Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kepala Desa Siantan Selatan, Kapol Sub Sektor Air Bini Marulam Siahaan beserta anggota, manajemen PLN bersama jajarannya, serta masyarakat.
Menurut Kaharuzzaman, salah satu pemilik pohon durian bersedia lahannya dieksekusi tanpa meminta ganti rugi.
“Tidak masalah dipotong, yang penting pada saat eksekusi itu dia harus ada di situ. Tidak ada kompensasi. Yang mana layak harus dipangkas. Dia juga tidak mau batang duriannya rusak sampai tidak berbuah. Itu sudah mulai berbuah,” jelas Camat.
Kaharuzzaman juga menyampaikan aspirasi warga yang berkumpul di rumahnya setelah aksi sebelumnya. Warga menyatakan siap kembali turun aksi jika pemadaman listrik masih terjadi.
“Masyarakat, kalau memang sudah mengikuti apa kehendak PLN, tadi malam mereka juga kumpul di rumah saya. Ya, mereka akan turun lagi jika masih juga padam PLN-nya,” tegasnya.
Warga menuntut adanya jadwal pemadaman yang jelas, minimal 30 menit sebelum listrik padam, sehingga masyarakat dapat mengamankan peralatan elektronik mereka.
Kaharuzzaman turut mengeluhkan banyaknya peralatan elektronik warga yang rusak akibat kondisi listrik yang tidak stabil.
“Saya baru pasang AC hari Sabtu, Minggu malam sudah kebakar. Ada yang rusak kulkas, freezer. Itu untuk mata pencaharian mereka, untuk naruh ikan,” ujarnya.
Kerusakan tersebut dinilai cukup merugikan masyarakat, khususnya warga yang menggunakan kulkas dan freezer untuk mendukung mata pencaharian.
Kaharuzzaman berharap setelah pembersihan jalur jaringan dilakukan, pasokan listrik di wilayah Siantan Selatan dapat kembali stabil dan menyala selama 24 jam apabila kapasitas listrik mencukupi.
“Harapan saya kalau memang sudah dibersihkan ini, kalau memang kondisi listrik kita mencukupi, ya listrik harus ready terus. Saya harus stay di sini karena tanggung jawab,” katanya.
Ia menegaskan, aksi masyarakat tidak akan terjadi apabila persoalan kelistrikan dapat ditangani dengan baik.
“Kalau PLN tidak bermasalah, listrik tidak bermasalah, tidak akan ada demo. Karena bermasalah inilah yang mereka merasa dirugikan. Termasuk saya korbannya,” tutup Kaharuzzaman. (Azmi)













