Menu

Mode Gelap
Jawab Pandangan Fraksi DPRD, Amsakar Tegaskan Perubahan APBD Batam 2026 Fokus pada Pelayanan dan Kesejahteraan P2K IIBN 2026: Mahasiswa Dituntut Tak Hanya Cerdas, tetapi Juga Aktif, Inovatif dan Berkarakter Batam Jadi Lokasi Perdana SiTaskin Pesisir, Pemerintah Perkuat Pengentasan Kemiskinan Nelayan Defence Attache Tour 2026 Singgah di Batam, Kenalkan Potensi Industri Maritim dan Investasi Batam Raih WTP ke-14 Beruntun, Li Claudia: Kepercayaan Ini Harus Dijaga Batam Melesat! Investasi Tumbuh Pesat, Pemko Siapkan Teknologi Pengolah Sampah Jadi Energi

Daerah

Situs Mati, Anggaran IT DPRD Kepri Hidup Subur

badge-check


					Tangkapan layar situs resmi DPRD Provinsi Kepulauan Riau yang tidak dapat diakses. Di bawah, Ketua Gerakan Anak Melayu Negeri Riau (GAMNR) Tanjungpinang, Sas Joni, menilai kondisi tersebut mencerminkan lemahnya pengelolaan teknologi informasi di lembaga wakil rakyat daerah, Kamis(30/10). Perbesar

Tangkapan layar situs resmi DPRD Provinsi Kepulauan Riau yang tidak dapat diakses. Di bawah, Ketua Gerakan Anak Melayu Negeri Riau (GAMNR) Tanjungpinang, Sas Joni, menilai kondisi tersebut mencerminkan lemahnya pengelolaan teknologi informasi di lembaga wakil rakyat daerah, Kamis(30/10).

Tanjungpinang — Pagi itu, laman resmi DPRD Provinsi Kepulauan Riau hanya menampilkan satu kalimat dingin di layar “Situs ini tidak dapat dijangkau”. Bagi sebagian orang, mungkin hanya gangguan kecil. Tapi bagi publik yang ingin tahu apa yang sedang dikerjakan para wakil rakyatnya, pesan itu terasa seperti pintu transparansi yang dikunci rapat.

Ironisnya, di balik layar situs yang tidak berdenyut tersebut, anggaran untuk teknologi informasi di Sekretariat DPRD Kepri justru hidup subur. Dalam laman resmi Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) LKPP, tercatat beberapa paket belanja teknologi informasi untuk tahun anggaran 2025 dengan nilai yang tidak kecil.

Salah satunya bertajuk “Belanja Jasa Tenaga Informasi dan Teknologi / Belanja Jasa Pemeliharaan Jaringan TI” senilai Rp162 juta. Rinciannya: jasa tenaga operator jaringan, penyediaan komunikasi, listrik, hingga sumber daya pendukung di lingkungan sekretariat dewan.

Tidak berhenti di situ. Masih di tahun yang sama, ada paket “Belanja Jasa Tenaga Ahli IT Database” dengan pagu Rp192 juta. Jika digabung, total anggaran yang dialokasikan untuk urusan digital DPRD Kepri mencapai sekitar Rp354 juta, angka yang seharusnya cukup untuk memastikan sistem informasi lembaga berjalan mulus, bukan justru mati suri.

Namun kenyataannya, situs resmi dprd.kepriprov.go.id tidak bisa diakses publik hingga saat ini. Tidak ada keterangan, tidak ada pemberitahuan, hanya halaman kosong yang memantulkan sunyi.

Ketua Gerakan Anak Melayu Negeri Riau (GAMNR) Tanjungpinang, Said Ahmad Syukri, atau akrab disapa Sas Joni, menilai kondisi itu memalukan.

“Anggaran IT-nya besar, tapi website-nya mati. Ini seperti punya mobil mewah tapi dibiarkan berkarat di garasi,” katanya, Kamis (30/10/2025).

Menurut Sas Joni, situs DPRD bukan sekadar etalase digital, tapi jantung keterbukaan publik. Di sanalah seharusnya masyarakat bisa membaca agenda rapat, kinerja legislator, hingga dokumen-dokumen penting daerah.

“Website DPRD itu cermin transparansi. Kalau cerminnya buram, bagaimana publik bisa percaya wajah lembaganya bersih?” ujarnya.

Ia juga menyinggung soal tanggung jawab moral dan administratif pengelola anggaran.

“Kalau dana sudah digelontorkan tapi hasilnya nihil, itu bukan cuma masalah teknis itu soal integritas,” tambahnya.

Gangguan pada situs DPRD Kepri mungkin bisa diperbaiki dalam hitungan jam. Tapi hilangnya kepercayaan publik akibat lemahnya pengelolaan informasi tidak semudah itu disembuhkan.

Bagi Sas Joni, peristiwa ini harus menjadi peringatan keras bahwa digitalisasi pemerintahan bukan hanya proyek, melainkan amanat keterbukaan.

“Transparansi bukan hanya soal membuka data, tapi memastikan aksesnya tak tertutup bahkan oleh kelalaian,” katanya menutup percakapan.

Sampai berita ini ditulis, situs dprd.kepriprov.go.id masih tidak kunjung bisa diakses. Hening. (Reza)

 

Baca Lainnya

Wabup Anambas Terima Audiensi Anambas Foundation Bahas Pengelolaan Ekosistem Hulu-Hilir

11 September 2026 - 12:04

BLT DD Desa Liuk Disalurkan, Camat Ingatkan Warga Gunakan Bantuan dengan Bijak

10 September 2026 - 15:58

HUT Karang Taruna Sinar Siantan ke-20, Camat Siantan Tengah: Jadikan Olahraga Perekat Persaudaraan

6 September 2026 - 16:03

Dua Pejabat Baru Dilantik di Kejari Kepulauan Anambas

4 September 2026 - 09:26

Kejati Kepri Pelajari Laporan GAMNR soal Belanja Hotel dan Publikasi DKUKM

3 September 2026 - 11:51

Trending di Daerah