Menu

Mode Gelap
Jawab Pandangan Fraksi DPRD, Amsakar Tegaskan Perubahan APBD Batam 2026 Fokus pada Pelayanan dan Kesejahteraan P2K IIBN 2026: Mahasiswa Dituntut Tak Hanya Cerdas, tetapi Juga Aktif, Inovatif dan Berkarakter Batam Jadi Lokasi Perdana SiTaskin Pesisir, Pemerintah Perkuat Pengentasan Kemiskinan Nelayan Defence Attache Tour 2026 Singgah di Batam, Kenalkan Potensi Industri Maritim dan Investasi Batam Raih WTP ke-14 Beruntun, Li Claudia: Kepercayaan Ini Harus Dijaga Batam Melesat! Investasi Tumbuh Pesat, Pemko Siapkan Teknologi Pengolah Sampah Jadi Energi

Daerah

RSUD RAT Berbenah, Utang Berkurang, Pelayanan Tetap Terjaga

badge-check


					Gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Tabib, Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, tampak dari depan, Sabtu(9/8). Perbesar

Gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Tabib, Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, tampak dari depan, Sabtu(9/8).

Tanjungpinang – Sejak dilantik pada 25 April 2025, Direktur Utama RSUD Raja Ahmad Tabib (RAT) Dr. Bambang Utoyo, M.A.P mulai menjalankan serangkaian langkah strategis untuk memperbaiki kondisi rumah sakit. Fokus utama pembenahan meliputi penanganan utang-piutang, penguatan tata kelola, dan peningkatan efisiensi layanan.

Dalam pernyataan resminya, Dr. Bambang mengakui bahwa kondisi keuangan yang dihadapi cukup berat. Namun, ia memandang situasi tersebut sebagai momentum untuk melakukan perbaikan mendasar demi keberlanjutan pelayanan.

“Kami berkomitmen menjadikan RSUD RAT sehat secara finansial tanpa mengorbankan kualitas pelayanan. Justru ini kesempatan untuk membangun fondasi yang lebih kuat,” ujarnya, Sabtu(9/8/2025).

Kondisi dan Penjelasan Utang

Berdasarkan data manajemen, total utang RSUD RAT hingga akhir 2024 mencapai Rp29,2 miliar, yang merupakan akumulasi dari beberapa tahun terakhir. Dari jumlah tersebut, Rp12,7 miliar telah berhasil dilunasi, sehingga sisa utang tinggal Rp15,9 miliar. Sisa kewajiban ini telah dilaporkan dan diusulkan kepada Pemerintah Daerah untuk mendapat dukungan pelunasan.

Mayoritas utang yang sudah dibayar berasal dari pengadaan obat dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP), sementara sisa utang meliputi Jasa Pelayanan (JP) dan kewajiban kepada vendor serta pihak ketiga.

Penyebab Utang

Dr. Bambang memaparkan beberapa faktor yang menyebabkan tingginya utang rumah sakit, antara lain:

1. Tata kelola yang belum optimal – Memerlukan pembenahan operasional menyeluruh untuk meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas.

2. Standar pelayanan yang tinggi – Kebutuhan pengadaan layanan dan sarana sering melebihi ketersediaan anggaran demi menjaga kualitas pelayanan.

3. Lonjakan kunjungan pasien – Meningkatnya biaya operasional, termasuk pengadaan obat, BMHP, pemeliharaan sarana-prasarana, dan alat kesehatan.

4. Kendali biaya yang belum maksimal – Program rujuk balik yang belum berjalan efektif sehingga beban pembiayaan obat masih ditanggung rumah sakit.

Langkah Strategis Pemulihan

Dengan dukungan penuh Gubernur Kepulauan Riau, manajemen baru mengusung dua pilar utama: perbaikan tata kelola dan penyehatan finansial.

Beberapa langkah yang telah dan akan ditempuh meliputi:

– Penguatan tata kelola melalui optimalisasi Satuan Pengendali Internal (SPI), penguatan Dewan Pengawas, dan penyempurnaan Standar Operasional Prosedur (SOP) sesuai regulasi.

– Manajemen utang dan piutang dengan penyelesaian kewajiban secara bertahap serta percepatan penagihan piutang, khususnya dari BPJS Kesehatan.

– Efisiensi dan pengendalian biaya melalui pemanfaatan aplikasi SIMETRIS (Sistem Manajemen Rumah Sakit Terintegrasi) untuk memantau pengeluaran secara efektif dan efisien.

– Sinergi dengan pemerintah daerah guna memastikan dukungan operasional dari APBD untuk keberlanjutan pelayanan.

Optimisme Kebangkitan

Target Dr. Bambang adalah membawa RSUD RAT bebas dari utang signifikan dalam waktu dekat, sekaligus memperkuat keuangan agar stabil dan berkelanjutan.

“Dengan strategi ini dan dukungan semua pihak, RSUD RAT akan kembali menjadi rumah sakit unggul, profesional, dan memberikan pelayanan prima,” pungkasnya. (Reza)

Baca Lainnya

HUT Karang Taruna Sinar Siantan ke-20, Camat Siantan Tengah: Jadikan Olahraga Perekat Persaudaraan

6 September 2026 - 16:03

Dua Pejabat Baru Dilantik di Kejari Kepulauan Anambas

4 September 2026 - 09:26

Kejati Kepri Pelajari Laporan GAMNR soal Belanja Hotel dan Publikasi DKUKM

3 September 2026 - 11:51

DPRD Kota Batam Bahas Jawaban Wali Kota soal Ranperda Perubahan APBD 2026

2 September 2026 - 18:30

Proyek PT PHR Rp1,5 T Dilaporkan ke Kejagung, RCW Soroti Dugaan Suap

2 September 2026 - 16:59

Trending di Daerah