Anambas – Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, menghadiri Sosialisasi Pengeboran Wilayah Kerja Migas Natuna Sea Block A yang diselenggarakan Prime Natuna EP di Hotel Tarempa Beach, Rabu (8/7/2026). Dalam kesempatan itu, Aneng menegaskan pentingnya keterlibatan tenaga kerja lokal serta penyaluran program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang terarah dan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut digelar untuk menyampaikan rencana pengeboran, aspek keselamatan kerja, pengelolaan dampak lingkungan, serta komitmen perusahaan dalam pemberdayaan masyarakat dan tenaga kerja lokal di Kabupaten Kepulauan Anambas.
Hadir dalam kegiatan itu unsur Forkopimda, di antaranya Dandim 0318/Natuna atau yang mewakili, Danlanal atau yang mewakili, Kapolres atau yang mewakili, perwakilan Danlanudal, perwakilan LAM, PSDKP Anambas, Kepala DLH Provinsi Kepulauan Riau, Kepala Bappeda, Kepala DPPP Dishub-LH, Kepala DKUMPP, Kabag Ekonomi Setda, para camat, serta sejumlah undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Aneng menyampaikan apresiasi kepada Prime Natuna EP dan SKK Migas yang telah membuka ruang komunikasi dengan pemerintah daerah melalui kegiatan sosialisasi tersebut.
“Kami dari pemerintah daerah sangat welcome dan berterima kasih atas kolaborasi ini. Kami berharap kehadiran kegiatan migas ini benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat Anambas,” ujarnya.
Di hadapan jajaran perusahaan dan SKK Migas, Aneng menegaskan bahwa masyarakat Anambas harus menjadi bagian dari pembangunan sektor migas, terutama dalam penyerapan tenaga kerja.
“Yang terutama Pak, tentang karyawan. Diprioritaskanlah kami putra-putri lokal. Anak-anak Anambas ini S1, S2, S3 sudah banyak. Tinggal Bapak memilih dan menggali. Minta ke Disnaker,” tegasnya.
Menurut Aneng, masyarakat Anambas telah memiliki pengalaman panjang di sektor migas maupun bidang pendukung lainnya. Karena itu, ia menilai perusahaan dapat berkoordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan untuk memetakan kebutuhan tenaga kerja sesuai kualifikasi yang dibutuhkan.
Ia juga berharap keterlibatan masyarakat lokal dapat meningkatkan rasa memiliki terhadap industri migas yang beroperasi di wilayah Anambas sekaligus memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.
Selain menyoroti tenaga kerja, Bupati Aneng meminta penyaluran program CSR perusahaan dilakukan secara terkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas agar manfaatnya lebih optimal dan aset yang dibangun dapat dipelihara secara berkelanjutan.
“Jangan asal hibah. Serahkan ke kami supaya bisa merawat dan menjaga. Ini aset untuk masyarakat Anambas,” katanya.
Menurut Aneng, koordinasi yang baik dalam pelaksanaan CSR akan memastikan bantuan yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat dan tidak berhenti hanya pada tahap penyerahan.
Di akhir sambutannya, Bupati berharap kegiatan sosialisasi tersebut menjadi langkah awal memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, SKK Migas, Prime Natuna EP, TNI-Polri, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan Kabupaten Kepulauan Anambas melalui sektor migas. (Azmi)













