Menu ✖

Mode Gelap
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Ribuan Warga Batam Tumpahkan Kegembiraan Jawab Pandangan Fraksi DPRD, Amsakar Tegaskan Perubahan APBD Batam 2026 Fokus pada Pelayanan dan Kesejahteraan P2K IIBN 2026: Mahasiswa Dituntut Tak Hanya Cerdas, tetapi Juga Aktif, Inovatif dan Berkarakter Batam Jadi Lokasi Perdana SiTaskin Pesisir, Pemerintah Perkuat Pengentasan Kemiskinan Nelayan Defence Attache Tour 2026 Singgah di Batam, Kenalkan Potensi Industri Maritim dan Investasi Batam Raih WTP ke-14 Beruntun, Li Claudia: Kepercayaan Ini Harus Dijaga

Daerah

DPRD Kepri Setujui Pertanggungjawaban APBD 2025, Banggar Soroti Aset dan Optimalisasi PAD

badge-check


					Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad (kiri), Wakil Ketua I DPRD Kepri Dewi Kumalasari, dan pimpinan DPRD Kepri Bakhtiar saat penandatanganan persetujuan Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kepri Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Kepri di Balairung Raja Khalid Hitam, Pulau Dompak, Rabu (29/7/2026). Perbesar

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad (kiri), Wakil Ketua I DPRD Kepri Dewi Kumalasari, dan pimpinan DPRD Kepri Bakhtiar saat penandatanganan persetujuan Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kepri Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Kepri di Balairung Raja Khalid Hitam, Pulau Dompak, Rabu (29/7/2026).

Tanjungpinang — DPRD Provinsi Kepulauan Riau menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Provinsi Kepri Tahun Anggaran 2025 untuk ditetapkan menjadi peraturan daerah.

Persetujuan tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna Masa Sidang III Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Ruang Sidang Utama Balairung Raja Khalid Hitam, Pulau Dompak, Rabu (29/7/2026).

Rapat dipimpin Wakil Ketua I DPRD Kepri, Dewi Kumalasari, dan dihadiri Gubernur Kepri Ansar Ahmad bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta tamu undangan lainnya.

Sebelum persetujuan tersebut, seluruh fraksi DPRD Kepri telah menyampaikan pendapat akhirnya dan menyatakan menerima serta menyetujui Ranperda tersebut untuk ditetapkan menjadi Perda.

Dalam rapat tersebut, Pimpinan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kepri, Bakhtiar, menyampaikan sejumlah catatan dan rekomendasi hasil pembahasan terhadap pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2025.

Salah satu sorotan Banggar berkaitan dengan penyajian laporan keuangan OPD yang dinilai masih perlu diperbaiki. Persoalan yang ditemukan antara lain sinkronisasi data dengan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), keseragaman format pelaporan, ketepatan penyajian informasi keuangan serta penggunaan istilah akuntansi dan pengelolaan keuangan daerah.

Banggar meminta BKAD memperkuat fungsi pembinaan dan verifikasi agar laporan keuangan seluruh OPD dapat disajikan secara konsisten dan sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan.

Selain laporan keuangan, Banggar juga menyoroti pengelolaan aset daerah yang dinilai belum sepenuhnya tertib dan optimal.

Masih ditemukannya perbedaan data aset, ketidaksesuaian antara belanja modal dengan pertumbuhan aset serta belum optimalnya pemanfaatan aset daerah menjadi catatan DPRD Kepri.

Banggar merekomendasikan Pemprov Kepri menyusun roadmap penataan aset daerah yang mencakup inventarisasi, sertifikasi, penyelesaian aset bermasalah, optimalisasi aset yang belum dimanfaatkan serta percepatan penyelesaian Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP).

Persoalan Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga menjadi perhatian DPRD. Banggar menilai masih terdapat OPD yang belum mencapai target pendapatan serta sejumlah sumber PAD yang belum dimanfaatkan secara maksimal.

Karena itu, optimalisasi PAD didorong melalui peningkatan kepatuhan wajib pajak, digitalisasi pelayanan, pemanfaatan aset daerah, peningkatan dividen Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta penggalian sumber pendapatan baru tanpa menambah beban masyarakat.

Setelah laporan Banggar disampaikan, agenda dilanjutkan dengan penandatanganan persetujuan penetapan Ranperda oleh pimpinan DPRD Kepri bersama Gubernur Kepri.

Gubernur Ansar Ahmad dalam pidatonya menyatakan seluruh rekomendasi DPRD maupun Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI akan ditindaklanjuti melalui rencana aksi yang terukur, disertai pemantauan dan evaluasi secara berkala.

Menurut Ansar, rekomendasi tersebut menjadi bagian penting dalam upaya memperbaiki tata kelola pemerintahan dan pengelolaan keuangan daerah.

“Seluruh masukan tersebut kami terima dengan terbuka sebagai bagian dari komitmen untuk terus memperkuat sistem pengawasan internal, meningkatkan akuntabilitas serta menyempurnakan kualitas pengelolaan keuangan daerah,” kata Ansar.

Dengan disetujuinya Ranperda tersebut, Pemprov Kepri selanjutnya berkewajiban menindaklanjuti berbagai catatan DPRD dan rekomendasi hasil pemeriksaan BPK sebagai bagian dari perbaikan pengelolaan APBD. (Reza)

Baca Lainnya

Sekda Anambas Luncurkan Dashboard SILINA MANJA untuk Perkuat Kinerja OPD

23 Oktober 2026 - 21:54

Bupati Anambas Sampaikan Jawaban Pemerintah atas Pandangan Fraksi soal APBD Anambas 2027

22 Oktober 2026 - 19:43

DPRD Anambas Bahas APBD 2027, Fraksi PKAD Soroti Ketergantungan Dana Pusat

22 Oktober 2026 - 17:36

Pemkab dan DPRD Anambas Bahas Rancangan APBD 2027

21 Oktober 2026 - 21:24

Bupati Aneng Tinjau Kedatangan Mesin PLTD, Upayakan Listrik Anambas Lebih Andal

21 Oktober 2026 - 15:34

Trending di Daerah