Menu ✖

Mode Gelap
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Ribuan Warga Batam Tumpahkan Kegembiraan Jawab Pandangan Fraksi DPRD, Amsakar Tegaskan Perubahan APBD Batam 2026 Fokus pada Pelayanan dan Kesejahteraan P2K IIBN 2026: Mahasiswa Dituntut Tak Hanya Cerdas, tetapi Juga Aktif, Inovatif dan Berkarakter Batam Jadi Lokasi Perdana SiTaskin Pesisir, Pemerintah Perkuat Pengentasan Kemiskinan Nelayan Defence Attache Tour 2026 Singgah di Batam, Kenalkan Potensi Industri Maritim dan Investasi Batam Raih WTP ke-14 Beruntun, Li Claudia: Kepercayaan Ini Harus Dijaga

Daerah

BBM Subsidi Jadi Keluhan Nelayan, HNSI Anambas Dorong Perbaikan Sistem

badge-check


					Ketua DPC HNSI Kepulauan Anambas, Agustar, menyoroti persoalan penyaluran BBM subsidi bagi nelayan dan meminta adanya evaluasi terhadap sistem rekomendasi yang berlaku. (Istimewa) Perbesar

Ketua DPC HNSI Kepulauan Anambas, Agustar, menyoroti persoalan penyaluran BBM subsidi bagi nelayan dan meminta adanya evaluasi terhadap sistem rekomendasi yang berlaku. (Istimewa)

Anambas – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Kepulauan Anambas, Agustar, meminta pemerintah daerah dan instansi terkait segera melakukan evaluasi terhadap sistem rekomendasi pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi bagi nelayan.

Permintaan tersebut disampaikan sebagai respons atas keresahan yang dirasakan sejumlah nelayan yang mengaku tidak mendapatkan bagian BBM subsidi untuk kebutuhan melaut. Kondisi ini dikhawatirkan dapat menghambat aktivitas penangkapan ikan serta berdampak pada perekonomian nelayan.

Agustar mengatakan, pihaknya menerima berbagai laporan dan keluhan dari nelayan terkait kesulitan memperoleh BBM subsidi meskipun mereka merupakan nelayan aktif yang bergantung pada bahan bakar tersebut untuk menjalankan operasional penangkapan ikan.

“Kami meminta pemerintah dan pihak terkait segera mengevaluasi mekanisme rekomendasi BBM subsidi agar penyalurannya benar-benar tepat sasaran dan tidak menimbulkan keresahan di kalangan nelayan,” ujar Agustar, Minggu, (31/5/26).

Menurutnya, persoalan ini mencuat menyusul terjadinya polemik dalam penyaluran BBM subsidi di SPBU yang melayani kebutuhan nelayan di Desa Mengkait. Sejumlah nelayan mengaku tidak dapat memperoleh BBM subsidi sebagaimana mestinya sehingga menimbulkan pertanyaan terkait mekanisme dan penerapan rekomendasi yang berlaku.

HNSI menilai perlu dilakukan peninjauan kembali terhadap data penerima rekomendasi serta pengawasan yang lebih ketat dalam proses distribusi BBM subsidi. Langkah tersebut penting untuk memastikan hak-hak nelayan kecil tetap terpenuhi dan tidak terjadi ketimpangan dalam penyaluran.

Selain mendorong evaluasi, Agustar menegaskan bahwa DPC HNSI Kepulauan Anambas siap mengambil peran sebagai jembatan komunikasi antara nelayan, pemerintah daerah, instansi teknis, dan pihak penyalur BBM subsidi guna mencari solusi terbaik atas persoalan yang terjadi.

“HNSI siap menjembatani komunikasi dan membantu mencarikan solusi agar permasalahan penyaluran maupun rekomendasi BBM subsidi ini dapat diselesaikan dengan baik. Yang terpenting adalah kebutuhan nelayan terpenuhi dan aktivitas melaut tidak terganggu,” tegasnya.

Ia berharap seluruh pihak dapat mengedepankan dialog dan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan tersebut sehingga tidak menimbulkan konflik berkepanjangan di tengah masyarakat nelayan.

“BBM subsidi merupakan kebutuhan vital bagi nelayan. Karena itu, sistem penyaluran harus berjalan secara transparan, adil, dan tepat sasaran. HNSI akan terus mengawal aspirasi nelayan dan mendukung upaya penyelesaian yang berpihak kepada kepentingan masyarakat nelayan,” tutup Agustar. (red/reza)

Baca Lainnya

Sekda Anambas Luncurkan Dashboard SILINA MANJA untuk Perkuat Kinerja OPD

23 Oktober 2026 - 21:54

Bupati Anambas Sampaikan Jawaban Pemerintah atas Pandangan Fraksi soal APBD Anambas 2027

22 Oktober 2026 - 19:43

DPRD Anambas Bahas APBD 2027, Fraksi PKAD Soroti Ketergantungan Dana Pusat

22 Oktober 2026 - 17:36

Pemkab dan DPRD Anambas Bahas Rancangan APBD 2027

21 Oktober 2026 - 21:24

Bupati Aneng Tinjau Kedatangan Mesin PLTD, Upayakan Listrik Anambas Lebih Andal

21 Oktober 2026 - 15:34

Trending di Daerah