Menu

Mode Gelap
Batam Jadi Lokasi Perdana SiTaskin Pesisir, Pemerintah Perkuat Pengentasan Kemiskinan Nelayan Defence Attache Tour 2026 Singgah di Batam, Kenalkan Potensi Industri Maritim dan Investasi Batam Raih WTP ke-14 Beruntun, Li Claudia: Kepercayaan Ini Harus Dijaga Batam Melesat! Investasi Tumbuh Pesat, Pemko Siapkan Teknologi Pengolah Sampah Jadi Energi Sekda Batam Sambut Kepulangan 442 Jemaah Haji: Semoga Menjadi Haji Mabrur Peringati Hari Lahir Pancasila, Pemko Batam Teguhkan Komitmen Jaga Kerukunan dan Persatuan

Daerah

Bupati Aneng: Akreditasi Bukan Tujuan Akhir, Jadikan Budaya Mutu RSUD Tarempa Berkelanjutan

badge-check


					Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, menyampaikan sambutan pada acara penutupan (Exit Conference) Survei Akreditasi RSUD Tarempa, Selasa (4/8/2026). Perbesar

Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, menyampaikan sambutan pada acara penutupan (Exit Conference) Survei Akreditasi RSUD Tarempa, Selasa (4/8/2026).

Anambas — Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, menghadiri Exit Conference Survei Akreditasi RSUD Tarempa bersama Tim Surveior Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Damar Husada Paripurna (LARS DHP), Selasa (4/8/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Aneng menyampaikan apresiasi kepada Tim Surveior LARS DHP yang telah menyelesaikan rangkaian survei akreditasi, baik secara daring maupun luring. Menurutnya, proses akreditasi bukan sekadar penilaian untuk memperoleh predikat, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun budaya keselamatan pasien dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan secara berkelanjutan.

“Atas nama Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Tim Surveior LARS DHP yang telah memberikan waktu, tenaga, keahlian, serta berbagai masukan yang sangat berharga bagi peningkatan mutu pelayanan di RSUD Tarempa,” ujar Aneng.

Bupati juga menyampaikan penghargaan kepada Direktur RSUD Tarempa beserta seluruh civitas hospitalia atas dedikasi dan komitmen selama proses survei berlangsung.

Ia menegaskan bahwa setiap rekomendasi dari tim surveior harus dipandang sebagai peluang untuk terus berbenah, bukan sebagai beban. Budaya mutu, katanya, harus tumbuh dalam setiap proses pelayanan dan menjadi tanggung jawab seluruh unsur rumah sakit, mulai dari pimpinan, dokter, perawat, bidan, tenaga kefarmasian hingga tenaga pendukung.

“Kita jangan melihat rekomendasi sebagai beban, tetapi jadikan sebagai kesempatan untuk berbenah dan menjadi lebih baik. Budaya mutu harus tumbuh dalam setiap proses kerja,” tegasnya.

Menurut Aneng, tantangan pelayanan kesehatan di daerah kepulauan seperti Anambas memang tidak ringan. Karena itu, setiap catatan dan rekomendasi dari tim surveior akan menjadi acuan penting bagi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas dalam meningkatkan sarana dan prasarana, tata kelola, serta kualitas sumber daya manusia di RSUD Tarempa.

Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memberikan dukungan terhadap penguatan RSUD Tarempa sebagai rumah sakit rujukan utama di Kabupaten Kepulauan Anambas. Dukungan tersebut tidak hanya melalui pembangunan fasilitas, tetapi juga peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, penguatan sistem manajemen, serta pemanfaatan teknologi informasi guna mewujudkan pelayanan yang efektif, efisien, aman, dan bermutu.

Bupati berharap RSUD Tarempa mampu menjadi rumah sakit yang tidak hanya memenuhi standar akreditasi, tetapi juga benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pelayanan yang mudah diakses, cepat, tepat, ramah, profesional, dan penuh empati.

Pada kesempatan yang sama, Tim Surveior LARS DHP dalam Exit Conference menyampaikan bahwa RSUD Tarempa memiliki sejumlah kekuatan, di antaranya komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas dalam memenuhi kebutuhan sumber daya manusia, sarana, dan prasarana sesuai regulasi. Tim juga menilai manajemen serta tenaga kesehatan yang didominasi generasi muda memiliki semangat dan kemauan tinggi untuk terus meningkatkan mutu pelayanan.

Tim surveior turut memberikan sejumlah rekomendasi strategis, seperti percepatan penerapan Rekam Medik Elektronik (RME) sesuai Permenkes Nomor 24 Tahun 2022, penguatan implementasi indikator mutu dan keselamatan pasien, optimalisasi fungsi Manajer Pelayanan Pasien (MPP) serta Infection Prevention and Control Nurse (IPCN), hingga peningkatan kompetensi tenaga kesehatan melalui pelatihan BTCLS, ACLS, ATLS, PONEK, dan Hemodialisa.

Selain itu, surveior juga mendorong percepatan persiapan pembukaan layanan Hemodialisa di RSUD Tarempa yang direncanakan memiliki kapasitas lima tempat tidur sebagai bagian dari peningkatan layanan rujukan kesehatan di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Menutup sambutannya, Bupati Aneng berharap seluruh proses survei akreditasi yang telah dilalui dapat menjadi momentum memperkuat kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Tarempa. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan survei terdapat kekurangan dalam penyambutan maupun fasilitas yang diberikan kepada tim surveior.

“Apapun hasil akhirnya nanti, komitmen kita tidak boleh berhenti di sini. Akreditasi adalah titik awal untuk terus memberikan pelayanan kesehatan yang responsif, profesional, humanis, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas,” tutupnya.(Azmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BPK Temukan Kekurangan Pajak Rp521 Juta dari Lima Hotel di Batam, Pengawasan Bapenda Disorot

4 Agustus 2026 - 18:56

Bupati Aneng Buka Pemusatan Diklat Paskibraka Anambas 2026, Sebut Peserta Putra-Putri Terbaik Daerah

4 Agustus 2026 - 10:58

Bupati Aneng Buka Turnamen Sepak Bola dan Bola Voli Pelajar se-Jemaja, Tanamkan Sportivitas Sejak Dini

3 Agustus 2026 - 21:30

Survei Akreditasi RSUD Tarempa Resmi Dibuka, Wabup, Tim Surveyor, dan Dinkes Kompak Perkuat Budaya Mutu

3 Agustus 2026 - 17:29

Survei Akreditasi RSUD Tarempa Dimulai, Wabup Raja Bayu: Jadikan Mutu Pelayanan sebagai Budaya Kerja

3 Agustus 2026 - 12:20

Trending di Daerah