Tanjungpinang — Belanja kursus, pelatihan hingga kontribusi bimtek/workshop pada Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DKUKM) Provinsi Kepulauan Riau Tahun Anggaran 2025 kembali menjadi sorotan, Kamis (27/8/2026).
Pasalnya, dari data yang ditelusuri Gennews.id, nama Rezeki Langgeng Abadi tercatat pada sedikitnya enam paket belanja dengan total nilai mencapai Rp607,6 juta.
Enam paket tersebut terdiri dari Belanja Kursus Singkat/Pelatihan sebesar Rp148,8 juta dengan kode RUP 60734110 dan Rp99,2 juta dengan kode RUP 56181467.
Kemudian, Biaya Kontribusi Bimtek/Workshop/Pelatihan/Kursus tercatat sebesar Rp99,2 juta dengan kode RUP 59504342, Rp62 juta dengan kode RUP 59504408, Rp148,8 juta dengan kode RUP 56187439, serta Rp49,6 juta dengan kode RUP 59504408.
Jika seluruh nilai tersebut dijumlahkan, totalnya mencapai Rp607,6 juta.
Besarnya nilai anggaran dan munculnya nama penyedia yang sama pada enam paket tersebut memunculkan sejumlah pertanyaan, terutama terkait kualifikasi, pengalaman, kapasitas serta dasar pemilihan penyedia.
Menariknya, penelusuran Gennews.id melalui Google belum menemukan informasi publik yang memadai mengenai profil maupun rekam jejak Rezeki Langgeng Abadi yang dapat menjelaskan kapasitasnya sebagai penyedia kegiatan pelatihan.
Atas dasar itu, Gennews.id menghubungi Kepala DKUKM Kepri Riki Rionaldi melalui pesan singkat WhatsApp pada Rabu (26/8). Pesan tersebut telah dibaca, ditandai dengan dua centang biru, namun hingga berita ini disusun belum mendapatkan tanggapan.
Konfirmasi yang disampaikan antara lain mengenai keunggulan atau kualifikasi Rezeki Langgeng Abadi sehingga dipercaya mengerjakan enam paket tersebut.
Konfirmasi juga diarahkan pada bentuk badan usaha, bidang usaha atau KBLI, pengalaman pekerjaan sejenis, serta dasar pemilihan penyedia.
Selain itu, terdapat informasi mengenai dugaan bahwa paket-paket tersebut telah dikondisikan untuk penyedia tertentu. Hal tersebut turut dikonfirmasi kepada Riki untuk mendapatkan penjelasan dan memastikan proses pengadaan berjalan sesuai ketentuan.
Namun, hingga berita ini disusun, pertanyaan tersebut belum mendapatkan tanggapan.
Konfirmasi serupa juga disampaikan kepada M. Faizal Rangkuti, Fungsional Perencanaan dan Program DKUKM Kepri. Pertanyaan kepada Faizal difokuskan pada sisi perencanaan, antara lain dasar kebutuhan penganggaran enam paket tersebut, apakah calon penyedia sudah diketahui sejak tahap perencanaan, serta persyaratan atau kualifikasi yang tercantum dalam dokumen perencanaan.
Faizal juga ditanyakan mengenai mekanisme pengendalian pada tahap perencanaan agar anggaran tidak diarahkan kepada penyedia tertentu.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada jawaban dari kedua pejabat DKUKM Kepri tersebut.
Gennews.id juga menemukan hal yang perlu diperjelas dalam data tersebut, yakni kode RUP 59504408 tercantum pada dua nilai berbeda, masing-masing Rp62 juta dan Rp49,6 juta. Apakah kedua angka tersebut merupakan dua paket berbeda atau terdapat kesalahan pencatatan, masih membutuhkan klarifikasi dari pihak terkait.
Berita ini tidak dimaksudkan untuk menyimpulkan adanya penyimpangan. Penelusuran dilakukan untuk mengetahui bagaimana proses perencanaan dan pemilihan penyedia berlangsung serta apa bentuk kegiatan dan pertanggungjawaban atas anggaran Rp607,6 juta tersebut.
Gennews.id tetap membuka ruang bagi DKUKM Kepri maupun Rezeki Langgeng Abadi untuk memberikan penjelasan dan klarifikasi atas data serta pertanyaan yang telah disampaikan. (Reza)













