Menu ✖

Mode Gelap
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Ribuan Warga Batam Tumpahkan Kegembiraan Jawab Pandangan Fraksi DPRD, Amsakar Tegaskan Perubahan APBD Batam 2026 Fokus pada Pelayanan dan Kesejahteraan P2K IIBN 2026: Mahasiswa Dituntut Tak Hanya Cerdas, tetapi Juga Aktif, Inovatif dan Berkarakter Batam Jadi Lokasi Perdana SiTaskin Pesisir, Pemerintah Perkuat Pengentasan Kemiskinan Nelayan Defence Attache Tour 2026 Singgah di Batam, Kenalkan Potensi Industri Maritim dan Investasi Batam Raih WTP ke-14 Beruntun, Li Claudia: Kepercayaan Ini Harus Dijaga

Daerah

Kualitas Beras Program Pasar Murah di Batam Jadi Perhatian Warga

badge-check


					Warga menunjukkan kemasan beras yang diperoleh dari kegiatan pasar murah bersubsidi di Kota Batam dan mempertanyakan kualitas beras tersebut dan berharap ada penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai standar mutu dan proses pengadaannya, Sabtu (13/12). Perbesar

Warga menunjukkan kemasan beras yang diperoleh dari kegiatan pasar murah bersubsidi di Kota Batam dan mempertanyakan kualitas beras tersebut dan berharap ada penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai standar mutu dan proses pengadaannya, Sabtu (13/12).

Batam — Program pasar murah bersubsidi yang digelar Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menjadi perhatian sebagian warga. Sejumlah masyarakat mempertanyakan kualitas beras yang disalurkan dalam kegiatan tersebut, Sabtu (13/12/2025).

Pasar murah bersubsidi itu dilaksanakan dalam rangka pengendalian inflasi dan stabilisasi harga kebutuhan pokok menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, dengan tujuan membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau.

Berdasarkan informasi yang diperoleh redaksi gennews.id, program pasar murah bersubsidi tersebut dilaksanakan di sejumlah wilayah. Untuk Kecamatan Sekupang, total kuota beras yang disalurkan disebut mencapai 6.000 pcs. Sementara Kelurahan Tiban Lama memperoleh alokasi sebanyak 1.000 pcs beras.

Seorang warga Batam berinisial TN menyampaikan pandangannya terkait beras yang ia peroleh dari kegiatan pasar murah tersebut. Menurut TN, masyarakat berharap kualitas beras yang disalurkan tetap memenuhi standar konsumsi.

“Kalau memang untuk masyarakat, seharusnya kualitasnya juga jelas. Jangan sampai yang murah tapi merugikan warga,” ujar TN kepada gennews.id, Jumat (12/12/2025).

Redaksi gennews.id belum memperoleh data atau dokumen resmi terkait spesifikasi mutu, sumber pengadaan, serta proses distribusi beras yang digunakan dalam kegiatan pasar murah tersebut hingga berita ini diterbitkan.

Informasi yang berkembang di masyarakat mengenai dugaan pencampuran beras impor dan beras lokal masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dari instansi berwenang dan belum dapat disimpulkan sebagai fakta.

Untuk mendapatkan penjelasan resmi, redaksi gennews.id telah menghubungi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam. Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Batam, Wahyu, telah dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp pada Jumat (12/12).

Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi yang diterima redaksi.

Ketiadaan penjelasan tersebut membuat sebagian masyarakat berharap adanya keterbukaan informasi terkait mekanisme pengadaan, pengawasan mutu, serta transparansi distribusi beras dalam program pasar murah bersubsidi yang menggunakan anggaran pemerintah.

Redaksi menegaskan, pemberitaan ini disusun berdasarkan keterangan warga dan informasi lapangan yang masih memerlukan klarifikasi. gennews.id membuka ruang hak jawab dan siap memuat penjelasan resmi dari Disperindag Kota Batam maupun pihak terkait lainnya demi menjaga prinsip keberimbangan, akurasi, dan kepentingan publik. (Reza)

Baca Lainnya

Sekda Anambas Luncurkan Dashboard SILINA MANJA untuk Perkuat Kinerja OPD

23 Oktober 2026 - 21:54

Bupati Anambas Sampaikan Jawaban Pemerintah atas Pandangan Fraksi soal APBD Anambas 2027

22 Oktober 2026 - 19:43

DPRD Anambas Bahas APBD 2027, Fraksi PKAD Soroti Ketergantungan Dana Pusat

22 Oktober 2026 - 17:36

Pemkab dan DPRD Anambas Bahas Rancangan APBD 2027

21 Oktober 2026 - 21:24

Ketua DPRD Batam Minta Maaf atas Molornya Jadwal Paripurna

21 Oktober 2026 - 19:49

Trending di Batam