Menu

Mode Gelap
Jawab Pandangan Fraksi DPRD, Amsakar Tegaskan Perubahan APBD Batam 2026 Fokus pada Pelayanan dan Kesejahteraan P2K IIBN 2026: Mahasiswa Dituntut Tak Hanya Cerdas, tetapi Juga Aktif, Inovatif dan Berkarakter Batam Jadi Lokasi Perdana SiTaskin Pesisir, Pemerintah Perkuat Pengentasan Kemiskinan Nelayan Defence Attache Tour 2026 Singgah di Batam, Kenalkan Potensi Industri Maritim dan Investasi Batam Raih WTP ke-14 Beruntun, Li Claudia: Kepercayaan Ini Harus Dijaga Batam Melesat! Investasi Tumbuh Pesat, Pemko Siapkan Teknologi Pengolah Sampah Jadi Energi

Daerah

Media Edukasi SKK Migas di Anambas Digelar Hybrid, Jurnalis Diingatkan Pentingnya Verifikasi

badge-check


					Perwakilan KKKS Andri Kristianto menyampaikan materi dalam kegiatan Media Edukasi SKK Migas Sumbagut–KKKS Wilayah Kepri di Tarempa Beach, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kamis (17/9/2026). Perbesar

Perwakilan KKKS Andri Kristianto menyampaikan materi dalam kegiatan Media Edukasi SKK Migas Sumbagut–KKKS Wilayah Kepri di Tarempa Beach, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kamis (17/9/2026).

Anambas – Kegiatan Media Edukasi SKK Migas Sumbagut–KKKS Wilayah Kepulauan Riau (Kepri) di Kabupaten Kepulauan Anambas tahun ini digelar berbeda. Kegiatan yang mempertemukan insan pers dan pelaku industri hulu migas tersebut dilaksanakan secara hybrid karena sejumlah peserta dari luar daerah terkendala cuaca.

Perwakilan KKKS, Andri Kristianto, mengatakan sebagian tim KKKS masih tertahan di Batam lantaran pesawat dari Batam maupun Jakarta tidak dapat mendarat di Anambas.

Hal tersebut disampaikan Andri saat membuka kegiatan Media Edukasi di Tarempa Beach, Kamis (17/9/2026).

“Hari ini agak berbeda ya dari- tahun-tahun sebelumnya kita menyelenggarakan acara edukasi atau gathering jurnalis ini dengan pola hibrid.

Ada dari sebagian kami dari KKKS yang bisa hadir di sini, ada yang masih tertahan di Batam,” jelas Andri.

Menurut Andri, kondisi cuaca turut memengaruhi penerbangan menuju Anambas. Hingga sehari sebelumnya, jarak pandang di Bandara Letung disebut masih berada di bawah 4 kilometer, sementara jarak pandang ideal untuk pesawat mendarat disebut mencapai 5 kilometer.

“Informasi dari tim kami seperti itu. Namun itu tidak mengurangi niat kami untuk tetap menjalankan acara ini. Kami juga berterima kasih kepada rekan-rekan wartawan semua yang tetap berkomitmen untuk hadir,” terangnya.

Andri mengatakan sejumlah perwakilan KKKS yang telah berada di Tarempa sejak pekan sebelumnya memang memilih datang lebih awal. Menurutnya, keputusan tersebut terbukti tepat setelah penerbangan menuju Anambas mulai terkendala sejak Senin (15/9/2026).

Memasuki materi utama kegiatan, peserta mendapat pembekalan dengan tema “Jurnalistik di Era Transformasi Teknologi yang Cepat”. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang semakin banyak digunakan dalam pekerjaan sehari-hari.

“Kita semua tahu AI ini begitu menjadi satu referensi bagi kita semua dalam pekerjaan. Saya jujur saja, banyak dari pekerjaan sehari-hari itu yang terbantu AI. Dan itu sangat membantu,” tuturnya.

Menurutnya, perkembangan AI membuat sejumlah pekerjaan menjadi lebih cepat. Ia mencontohkan pekerjaan membalas surat elektronik yang sebelumnya membutuhkan waktu sekitar 10-15 menit, kini dapat dilakukan hanya dalam 2-3 menit dengan bantuan AI.

Namun, perkembangan teknologi juga menghadirkan tantangan baru bagi profesi jurnalistik, terutama dalam memastikan kebenaran informasi.

“Kalau dulu jurnalis itu adalah pemilik informasi. Kalau sekarang semuanya bisa mengakses informasi. Lalu apa bedanya jurnalis sekarang dengan jurnalis masa lalu? Jurnalis sekarang tantangannya adalah mengenai verifikasi kebenaran,” paparnya.

Ia menilai informasi saat ini dapat diperoleh masyarakat melalui berbagai sumber. Karena itu, posisi jurnalis tidak lagi semata-mata sebagai penyampai informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk melakukan verifikasi dan memastikan informasi yang disampaikan akurat.

“Disinilah peran Bapak Ibu sekalian untuk menjembatani antara satu fakta dan kami selaku konsumen untuk bisa memberikan informasi yang akurat dan verified,” tegasnya.

Hal tersebut dinilai semakin penting dalam pemberitaan sektor hulu minyak dan gas bumi yang banyak menggunakan istilah teknis dan informasi yang tidak selalu mudah dipahami masyarakat umum.

“Industri hulu migas adalah industri yang syarat teknologi, syarat dengan istilah-istilah teknis dan syarat dengan istilah-istilah non-awam. Disini peran para jurnalis untuk bisa memverifikasi,” lanjutnya.

Ia kemudian mencontohkan persoalan sederhana yang masih ditemukan dalam pemberitaan, yakni kesalahan penulisan nama perusahaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

“Dari nama KKKS aja, hal kecil nih. Kalau kita lihat di media-media, nama dari perusahaan KKKS saja saya lihat kadang-kadang hurufnya kurang, ada yang mungkin nama KKKS sudah berubah tapi disebut lagi KKKS yang lama. Nah disinilah peran jurnalis bagaimana memverifikasi data itu secara akurat,” bebernya.

Pihak KKKS, kata dia, berkomitmen untuk terus memberikan data yang lengkap dan valid kepada wartawan. Hal serupa juga menjadi komitmen SKK Migas dalam mendukung kebutuhan informasi bagi media.

Kegiatan Media Edukasi SKK Migas Sumbagut–KKKS Wilayah Kepri tahun ini difasilitasi tujuh KKKS, yakni Medco E&P Natuna (MEPN), Prime Natuna EP (PNEP), Star Energy Kakap Ltd (SEKL), Kufpec Indonesia Anambas BV (KIABV), West Natuna Exploration Ltd (WNEL), Prima Energy Northwest Natuna (PENN), dan Pertamina East Natuna (PEN). (Azmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Anambas Sampaikan Jawaban Fraksi DPRD soal Perubahan APBD 2026

16 September 2026 - 17:38

DPRD Anambas Gelar Paripurna Perubahan APBD 2026, Fraksi Soroti Kemandirian Fiskal

16 September 2026 - 12:25

Bimtek SP4N-LAPOR! Dibuka, Sekda Kepri Dorong Respons Pengaduan Lebih Cepat

15 September 2026 - 16:02

PT Medco Energy Kembali Gelar Festival Permainan Rakyat di Siantan

15 September 2026 - 15:56

Bupati Aneng Buka Festival Permainan Rakyat di Siantan: “Budaya Jangan Sampai Hilang”

15 September 2026 - 15:51

Trending di Daerah